Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Triwulan II 2019, Produksi Sumut 25.262,5 ton, Produktivitas 122,60 Kwintal/Hektar

Bisnis Buah Durian Tidak Pernah Kosong di Medan

Triwulan II 2019, Produksi Sumut 25.262,5 ton, Produktivitas 122,60 Kwintal/Hektar

admin Rabu, 09 Oktober 2019 19:21 WIB
Ilustrasi
Medan (SIB) -Bisnis buah durian sepertinya tidak habis-habis dijual di pasaran di Medan. Artinya di berbagai sudut kota buah yang beraroma tajam dan nikmat selalu ada. Tidak heran bisnis buah ini selain di lokasi berkelas dan sudah punya nama, bahkan petinggi di negeri ini sudah menikmati buah tersebut. Kemudian ada yang menggunakan mobil berbak hingga sepedamotor dan sepeda.

Harga jual buah ini paling murah Rp 25.000 per buah. Harga ini tertera di karton bersegi empat misalnya di Jalan Krakatau, di Jalan Pelajar harganya mulai dari Rp 15.000 ukuran kecil. Begitu juga lokasi lainnya berada di kawasan Jalan Jamin Ginting, kawasan Yos Sudarso dan kawasan Helvetia. Harga buah durian umumnya bervariasi.

Namun di lokasi berkelas harga durian lebih mahal lagi. Akan tetapi bagi mereka yang mempunyai "doku" harga tersebut tidak seberapa yang penting nikmat. Umumnya bisnis buah durian ini ramai jelang malam hari.

Seorang penjual durian di Jalan Krakatau Medan kepada SIB, Selasa (8/10 ) mengatakan, bisnis buah ini selalu laku keras terutama Sabtu, Minggu dan hari-hari libur keagamaan. Mereka yang datang ada satu sekeluarga, kelompok dan perorangan. Umumnya mereka makan di tempat, ada yang memilih sendiri buahnya, ada yang minta dipilihin. "Terserah konsumen mana pilihan terbaik, ujar Wan.

Disebutnya, ada juga pembeli minta dikotakin buahnya, setelah disusun dibaluri dengan kopi karena buah ini akan dibawa ke Jakarta. Dikemas seperti ini agar tidak menimbulkan aroma penciuman yang mengganggu jika dibawa dalam pesawat.

Menurut sejumlah penjual buah durian, stok yang dijual ada yang dari sejumlah daerah di Sumut. Ada juga dari luar Sumut yang sudah dijalin kerjasama sehingga stok buah umumnya tidak pernah habis-habis. "Kami juga jalin kerjasama dengan pedagang di berbagai lokasi di Medan sekitarnya, ungkap Pardi kepada SIB sambil menyebutkan, harga jual buah durian tergantung selera. Ada rupa ada harga.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut melalui Kasi Program Yuspahri Perangin-angin mengatakan, hingga triwulan II tahun 2019, produksi buah durian di Sumut sekitar 25.262,5 ton dari luas panen 2.060,5 hektar dengan produktivitas 122,60 kwintal per hektar. Produksi tertinggi yakni Kabupaten Dairi 11.065, 4 ton.

"Produksi sebesar 25.262,5 ton itu yakni dari hasil tanaman 206.051 pohon, ungkap Yuspahri kepada SIB, Selasa (8/10).
Disebutnya, produksi tertinggi buah durian di Sumut yakni di Kabupaten Dairi sebanyak 11.065,4 ton, disusul Karop 4.068,3 ton, Tapanuli Utara 2.844,7 ton, Madina 1.585,1 ton, Simalungun 1.292,2 ton, Humbahas 1.128,9 ton, Asahan 642,4 ton, Tapteng 655 ton, Sergai 414,9 ton, Samosir 484,8 ton, Tapsel 305,3 ton, Nisel 357,3 ton, Tobasa 125,7 ton. Selebihnya kabupaten lain dengan produksi puluhan ton. (M2/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments