Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Survei: Penggunaan E-Mail Geser Layanan Media Sosial

Survei: Penggunaan E-Mail Geser Layanan Media Sosial

Kamis, 16 Januari 2014 20:28 WIB
Jakarta (SIB)  - Survei Badan Pusat Statisik mencatat aktivitas pengiriman dan penerimaan surat elektronik (e-mail) menduduki peringkat pertama penggunaan internet di Indonesia yang mencapai 95,75 persen, menggeser posisi akses layanan media sosial yang mencapai 61,23 persen.

Data tersebut merupakan hasil survei BPS bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) terhadap pelaku industri, yang diumumkan dalam acara “Profil Terkini Internet Industri Indonesia”, di Jakarta, Rabu.

Menurut Kepala BPS Suryamin, survei dengan judul Penggunaan dan Penyerapan Sarana Telekomunikasi dan Teknologi Informasi (P2SKTI) ini menitikberatkan pada sektor penggunaan industri.

Survei dilaksanakan pada 33 provinsi di Indonesia di 78 kabupaten/kota dan diintegrasikan dengan survei rutin BPS yang berbasis usaha yaitu sektor pariwisata (restoran dan hotel), industri besar dan sedang.

“Survei dilakukan Juli 2013 sampai dengan Desember 2013. Hasilnya, dari lima aktivitas tertinggi penggunaan internet, adalah untuk keperluan e-mail,” ujar Suryamin.

Pada peringkat selanjutnya pemanfaatan tertinggi internet adalah untuk mencari berita/informasi (78,49 persen), mencari barang/jasa (77,81 persen), informasi lembaga pemerintahan (65,07 persen), sosial media (61,23 persen).

Berdasarkan hasil survei tersebut, terjadi fenomena posistif dimana lebih dari 75 persen usaha di sektor bisnis baik di perkotaan maupun di perdesaan menggunakan komputer.

Industri pengolahan lebih beradaptasi dalam penggunaan komputer, tercermin dari tingkat persentase yang lebih tinggi dari sektor bisnis lainnya, yaitu sekitar 77,75 persen, disusul hotel (74,59 persen), dan restoran/rumah makan (68,92 persen).

Fenomena lain dari hasil survei, untuk antarprovinsi kalangan industri bahwa di Sulawesi Utara tercatat sebagai provinsi yang sudah 100 persen menggunakan komputer dan internet, peringkat kedua Kalimantan Barat (94,12 persen), di atas DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan (90,83 persen).

Sementara provinsi pengguna komputer dan internet terendah adalah Maluku Utara (40 persen).

Adapun dari sisi kecepatan internet, hasil survei menetapkan tiga kategori yaitu narrowband (21,51 persen), fixed broadband (80 persen), dan mobile broadband (6,58 persen).

Data Internet
Sementara itu, Ketua Umum APJII, Samuel A. Pangerapan mengatakan, latar belakang kerja sama antara BPS dengan APJII ini karena permintaan terhadap data statistik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin tinggi, baik dari kalangan kementerian/lembaga, sektor bisnis/swasta, badan internasional, maupun masyarakat umum.

Badan Internasional seperti International Telecommunication Union (ITU), maupun United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) secara rutin memerlukan data statistik TIK dari BPS untuk keperluan penyusunan ICT Development Index maupun untuk penghitungan core ICT Indicators.

APJII yang mewadahi sekitar 300 ISP memiliki kebutuhan yang riil dalam upaya perluasan pasar dan penyediaan internet masyarakat, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, pertumbuhan internet kian meningkat pesat.

Samuel yang akrab dipanggil Sammy ini menambahkan, jumlah pengguna internet pada tahun 2013 mencapa 71,19 juta, meningkat 13 persen dibanding tahun 2012 yang mencapai sekitar 63 juta pengguna.

“Penetrasi jumlah pengguna internet terus meningkat, saat ini mencapai 28 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 248 juta orang,” katanya.

Sesuai dengan tuntutan Millenium Development Goal’s yang juga disepakati ITU setengah penduduk Indonesia harus terkoneksi internet atau 107 juta pada tahun 2014, dan 139 juta pengguna pada 2015.

     “Ini tantangan seluruh komunitas internet Indonesia termasuk APJII untuk mewujudkannya. Semua harus kerja keras,” ujarnya.(ANT/W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments