Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Subsidi Listrik Dicabut, 4 Industri Ancam Tutup Pabrik

Subsidi Listrik Dicabut, 4 Industri Ancam Tutup Pabrik

Sabtu, 25 Januari 2014 14:08 WIB
Jakarta  (SIB)- Dicabutnya subsidi listrik untuk pelanggan industri golongan I-3 dan I-4 berdampak pada kenaikan tarif listrik bertahap di 2014. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan ada 4 perusahaan akan menutup pabriknya di Indonesia.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan 4 perusahaan tersebut terbebani dengan kenaikan tarif yang mendadak dan sangat besar. Untuk golongan I-3 atau perusahaan yang go public kenaikan tarifnya 38,9% dan I-4 naik 64,7%.

"Perusahaan menyatakan sikapnya tidak mau ekspansi lagi, ada yang mau tutup, sudah ada bicara, 4 ada yang nggak mau lagi," kata Sofjan usai menemui Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/1/2014).

Sofjan mengatakan, perusahaan yang merasa berat dengan kenaikan tarif listrik tersebut bergerak di sektor industri hulu (upstream) industri petrokimia, baja, semen, kaca dan industri hulu lainnya. Menurut Sofjan, industri hulu sangatlah penting untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kita butuh upstream industri ini, semua asosiasi itu mengharapkan pemerintah nggak bisa kayak gini kalau mau menarik upstream. Kalau begini ya lebih baik impor saja," katanya.

Sofjan mengatakan, pemerintah sebaiknya mengkaji kebijakan mencabut subsidi listrik. Ia ingin kenaikan tarif bisa bertahap selama 2 tahun.

"Bertahap lah kalau bisa selama 2 tahun. Sehingga mereka bisa menghitung cost-nya," jelasnya.

Golongan listrik I-3 yang sudah menjadi perusahaan terbuka (terdaftar di bursa saham) adalah golongan industri yang memiliki daya >200 Kva Tegangan Menengah, sedangkan golongan listrik I-4 adalah industri yang memiliki daya 30.000 Kva Tegangan Tinggi. Kedua golongan ini yang akan dicabut subsidi listriknya dengan cara menaikkan tarifnya.(Dtf/w)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments