Minggu, 21 Apr 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Soal Harga Beras, Jokowi: Tak Bisa Terlalu Murah Nanti Petani Menjerit

Soal Harga Beras, Jokowi: Tak Bisa Terlalu Murah Nanti Petani Menjerit

admin Jumat, 11 Januari 2019 16:00 WIB
SIB/ANT/Puspa

PRESIDEN CEK STOK BERAS BULOG : Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kedua kanan) dan Kepala Bulog Budi Waseso (kiri) saat mengecek stok beras di

Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons soal harga beras di pasaran yang saat ini masih terbilang tinggi di tengah gencaran operasi pasar.

Menurutnya hal tersebut masih dalam kategori wajar. Pasalnya, dibutuhkan keseimbangan antara harga produksi dengan harga pasar. Bila terlalu murah hal itu bisa membuat petani merugi.

"Keseimbangan antara harga produksi dengan harga pasar ini harus dijaga oleh Bulog. Tidak bisa terlalu murah, nanti petaninya akan menjerit," kata dia dalam kunjungan ke Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (10/1).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pentingnya menjaga stabilitas harga bukan semata-mata hanya untuk menurunkan harga, namun membuat harga antara petani dan masyarakat merasa nyaman.

"Ya memang stabilitas itu diperlukan. Kalau kita mau harga turun secara drastis gampang saja. Suplai saja semua ini (beras di gudang Bulog) di pasar, tapi kan harga petaninya menjadi rugi," ungkapnya.

Sementara itu, saat ini pasokan beras di gudang Bulog ada sebanyak 2,1 juta ton. Jokowi mengungkapkan stok tersebut bisa mendorong penurunan harga beras di pasaran.

"Memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa setiap saat diperlukan Bulog siap stoknya. Karena biasanya kalau stoknya sedikit itu akan banyak spekulasi dari pasar. Yang bermain-main dengan harga. Ini kita tunjukkan bahwa stok itu ada dan memang banyak," tutup dia. (detikfinance/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments