Rabu, 23 Sep 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Siasat Bertahan di Masa Covid-19, Hotel Siapkan Paket Karantina Mandiri

Siasat Bertahan di Masa Covid-19, Hotel Siapkan Paket Karantina Mandiri

Selasa, 02 Juni 2020 17:33 WIB
travel.tempo.co

Ilustrasi

Jakarta (SIB)
Wabah virus Corona atau Covid-19 mendorong pengusaha hotel berinovasi supaya mereka bisa bertahan di tengah pandemi. Luminor Hotel dan Hotel 88 yang bernaung di bawah Waringin Hospitality Group, misalnya, menyediakan sejumlah paket karantina mandiri.

“Disediakan bagi pemudik atau pekerja yang belum bisa langsung diterima komunitasnya,” ujar Corporate DOM Waringin Hospitality Metty Yan Harahap, Rabu (27/5). Paket ini diluncurkan pada hari terakhir Ramadan.

Luminor dan Hotel 88 juga menyediakan paket untuk pertemuan dengan kapasitas 5-10 orang. Ke depan, paket pernikahan khusus keluarga inti pasangan pengantin akan diluncurkan. Sampai pandemi berlalu dan pariwisata kembali bergeliat, pengusaha hotel harus panjang akal agar tingkat hunian tak terus-terusan anjlok.

Meski wabah Covid-19 masih menghantui, sektor perhotelan terutama di Bali berancang-ancang setelah pemerintah memberikan sinyal akan membuka kembali kawasan wisata. Ketua Bali Hotels Association Ricky Putra mengatakan asosiasinya masih menyiapkan aturan baku bisnis perhotelan di era normal baru. Di antaranya pengaturan pola pembayaran dan pengumpulan informasi wisatawan sebelum tiba di hotel. Pembayaran sewa kamar harus dilakukan saat pemesanan. “Mengurangi pembayaran tunai,” kata Ricky.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan organisasinya akan melakukan rapat virtual dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif guna membahas lebih jauh soal pembukaan kembali pariwisata Bali. Rai Suryawijaya menilai Bali siap menerima turis lagi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan konsep “clean, healthy, and safety” untuk dijadikan standar di industri wisata dan ekonomi kreatif. “Mungkin akan ada kebijakan pemerintah membuka secara bertahap destinasi wisata ataupun industri ekonomi kreatif,” kata juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema. (Tempo.co/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments