Selasa, 19 Nov 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Selain Modal, Ini Tantangan UMKM Buat Tembus Pasar Ekspor

Selain Modal, Ini Tantangan UMKM Buat Tembus Pasar Ekspor

bantors Kamis, 17 Oktober 2019 16:05 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Banyak tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar dapat bersaing di pasar global. Selain modal, UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing kapasitas dan kapabilitasnya.

Seperti diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Sinthya Roesly, selain permodalan, masih banyak kendala yang dihadapi UMKM seperti belum memiliki pasar yang tetap dan berkelanjutan, terutama bagi pasar ekspor. Selain itu, kapasitas pemahaman terhadap jalur ekspor dari para UMKM pun masih perlu adanya pendampingan.

"Tantangannya pertama mereka, tidak memiliki akses dan informasi. Jadi apa saja sih langkah-langkah yang harus dilakukan dan persiapan apa yang harus dibuat oleh mereka. Jadi awarness atau pemahaman mereka terhadap mata rantai ekspor ini belum dipahami sepenuhnya. Itu dari sisi proses ya," ujar Sinthya, di sela-sela kegiatan Trade Expo Indonesia di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (16/10).

Selain itu, lanjut Sinthya, dari sisi produknya sendiri tentunya harus bisa memenuhi kriteria produk yang dibutuhkan oleh pembeli dari negara luar. Eksportir dapat melakukan riset terlebih dulu sebelum memasarkan, bukan hanya di luar negeri, dalam negeri pun pengusaha harus melakukan riset pasar sebelum memasarkan produk.

"Misalnya dari sisi standar kualitas, konsistensi dari kualitas produknya, packaging, kemudian bagaimana mengurus ekspedisi barang dan juga komitmen mereka terhadap produksi, ketepatan waktu dan pengiriman. Jadi kita harus membangun kapasitas dari kompetensi tersebut dari para UKM untuk bisa bersaing di luar," ujarnya.

Karena itu, lanjut Sinthya, pihaknya terus berupaya mendorong para UKM agar dapat memahami betul bagaimana membuat produk yang berkualitas dan berdaya saing untuk dipersiapkan sebagai produk ekspor. Selain itu, peran pemerintah, termasuk LPEI diperlukan untuk mendukung para UMKM agar bisa bersaing di kancah internasional.

"Jadi ini yang mau kita coba terangkan bahwa pengusaha eksportir di Indonesia itu bisa dipercaya, berkualitas dan juga memang kita dapat dukungan dari pemerintah, dalam hal ini LPEI kan memang bagian dari pemerintah," ujar Sinthya.

Adapun dukungan pembiayaan, berada pada posisi akhir setelah mereka punya kapasitas dan kapabilitas tentang ekspor. Agar para UKM dapat menggarap pasar ekspor secara berkelanjutan.

"Jadi kendala UKM untuk ekspor itu bukan hanya bantuan pembiayaan saja, karena kan pembiayaan itu di ujung. Setelah para UKM punya kapasitas dan pemahaman yang baik terhadap pasar ekspor. Karena ekspor itu tidak hanya jual sekali ya, tapi ada keberlanjutan jual beli melewati batas negara. Jadi itu yang harus kita bina," ujarnya.

"Ke depan pada akhirnya kalau para UKM butuh pembiayaan, asuransi dan penjaminan dalam proses pengiriman barangnya baru kita bisa support lagi. Tapi yang paling penting bagaimana kita bisa menjadikan mereka para eksportir yang handal," tambahnya. (dtf/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments