Sabtu, 04 Apr 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Sederet Perusahaan Besar RI Lakukan PHK Massal

Sederet Perusahaan Besar RI Lakukan PHK Massal

Redaksisib Senin, 24 Februari 2020 11:32 WIB
kompas.com

Logo Indosat Ooredoo

Jakarta (SIB)
Ada beberapa perusahaan melakukan PHK massal terhadap karyawannya belakangan ini dengan alasan restrukturisasi dan strategi menghadapi persaingan bisnis agar lebih kompetitif.

Pertama, PT Krakatau Steel (KS) merumahkan ribuan pegawainya. PHK tersebut bersamaan dengan berakhirnya masa kontrak pegawai. Ini dilakukan sebagai langkah efisiensi perseroan. Federasi Serikat Pekerja Baja Cilegon (FSPBC) mencatat, total 2.683 pekerja dari sembilan vendor yang tidak akan dilanjutkan kontrak kerjanya.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim membenarkan kalau perusahaannya memberhentikan ribuan pekerjanya. Sejak 10 tahun lalu, ungkapnya, Krakatau Steel sudah menyimpan sejumlah persoalan yang membuat perusahaan pelat merah itu harus rugi 7 tahun berturut-turut.

Sejak ditunjuk sebagai nakhoda baru Krakatau Steel pada September 2018 lalu, Silmy menyadari besarnya masalah dan pentingnya upaya penyelamatan perusahaan. Ia menilai perlunya restrukturisasi perusahaan agar kinerja Krakatau Steel menjadi optimal. Karena itu, restrukturisasi mulai dijalankan sejak Januari 2019.

Salah satu perusahaan rintisan (startup) yang telah menyandang status unicorn di Indonesia, Bukalapak, juga melakukan aksi PHK massal terhadap karyawannya. Karyawan yang terkena PHK sebanyak 100 dari keseluruhan 2.600 karyawan.

Chief of Strategy Officer of Bukalapak Teddy Oetomo mengungkapkan, Bukalapak perlu melakukan penataan diri untuk mengikuti dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian maju. "Bukalapak bertujuan untuk menjadi perusahaan yang terus tumbuh dan menciptakan dampak positif untuk Indonesia. Karena itu, kami perlu melakukan penyelarasan secara internal untuk menerapkan strategi bisnis jangka panjang kami," kata Teddy.

PT Indosat Tbk juga sudah mengumumkan langkah PHK kepada pada 677 karyawannya. Karyawan yang terkena PHK akan mendapatkan kompensasi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Director & Chief of Human Resources Indosat Ooredoo Irsyad Sahroni menjelaskan ada lebih dari 80 persen karyawan yang terkena dampak telah setuju menerima paket kompensasi. “Kami mengambil langkah yang fair sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengkomunikasikan langsung secara transparan kepada setiap karyawan baik yang terkena dampak maupun yang tidak," ungkap Irsyad.

PHK juga dilakukan perusahaan elektronik PT Unisem Batam yang berdiri di kawasan industri Batamindo Industrial Park, Muka Kuning, Batam. Awalnya pada Agustus 2019 lalu ada sekitar 1.500 tenaga kerja Unisem Batam terancam kehilangan mata pencaharian, karena perusahaan akan tutup. PT Unisem mengambil kebijakan untuk mengurangi jumlah karyawan dari yang semula berjumlah 1.505 karyawan menjadi sekitar 800 karyawan pada September 2019 mendatang.

Dalam surat yang ditujukan seluruh karyawan PT Unisem pada 28 Juni 2019 lalu, Presiden Direktur PT Unisem, Mike McKerreghan menjelaskan PT Unisem dan Unisem BHD telah memutuskan untuk menghentikan operational perusahaan.

"Dengan ketidakpastian kondisi perdagangan dunia, kecil harapan bahwa pendapatan PT Unisem Batam akan cukup membaik di tahun 2019, sehingga menyebabkan keputusan yang sulit ini harus diambil," bunyi surat Presiden Direktur PT Unisem, Mike McKerreghan seperti dilansir Kontan. (Kompas.com/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments