Minggu, 27 Sep 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Punya Stok 2 Juta Ton, Bulog Kawal Harga Beras untuk 8,5 Bulan

Punya Stok 2 Juta Ton, Bulog Kawal Harga Beras untuk 8,5 Bulan

Rabu, 29 Januari 2014 18:54 WIB
SIB/Ist
Beras bulog
Jakarta (SIB)- Perum Bulog mempunyai cadangan beras hingga 2 juta ton di awal tahun ini. Cadangan beras ini cukup untuk menjalankan tugas Bulog selama 8,5 bulan ke depan.

Diantaranya menyediakan kebutuhan beras untuk 15,5 juta keluarga miskin penerima beras raskin, cadangan beras pemerintah (CBP) untuk bencana hingga, termasuk pengendalian harga beras dalam operasi pasar.

"Masih bisa mencukupi untuk 8,5 bulan ke depan," kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Hary Susetyo, Selasa (28/1).

Menurutnya cadangan beras ini merupakan sisa pengadaan tahun 2013 sebanyak 3,511 juta ton. Dari pengadaan tersebut, Bulog hanya mengambil dari petani lokal.

"Nggak ada impor. Pokoknya zero impor. Bahkan kita dengan kaitan pengadaan dalam negeri, kita sudah memenuhi stok yang diminta pemerintah yakni 2 juta ton," jelasnya.

Menurutnya pada tahun 2013, Bulog tidak melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan beras raskin dan cadangan beras nasional yang disyaratkan pemerintah. Ketika harus impor, Bulog harus memperoleh penugasan dari pemerintah dengan perizinan dari Kementerian Pertanian danKementerian Perdagangan.

"Izin Kemendag atas rekomendasi Kementan. Sebetulnya itu juga harus melalui rapat di bidang ekonomi," katanya.

Sementara pada tahun 2014, Bulog bakal mengadakan hingga 3,8 juta ton beras dari dalam negeri. "Jumlah 2014 target 3,8 juta ton untuk cadangan pemerintah dan beras raskin. Mudah-mudahan cuaca nggak terganggu, nggak ada banjir, nggak ada hama," terangnya.

Selain melakukan penugasan pemerintah, Bulog juga menjual beras kategori premium hingga 150.000 ton hingga 200.000 ton setiap tahunnya. Meski masuk katagori beras premium, Bulog menjual di bawah harga pasar atau Rp 200 lebih murah dari harga beras premium di pasaran."Salah satunya untuk kendalikan harga. Kita juga nggak banyak-banyak cari untung," katanya. (detikfinance/d)
T#gs Bulog
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments