Selasa, 20 Agu 2019

Produksi Emas Martabe Membeludak

Sabtu, 25 Januari 2014 14:02 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Presiden Direktur G-Resources Tambang Emas Martabe, Peter Albert mengatakan, perusahaannya mampu memproduksi emas hingga 281.477 ounce pada 2013. Jumlah tersebut melebihi target produksi yang ditetapkan yaitu 250 ribu ounce per tahun. Bahkan, angka tersebut pun melewati target yang telah direvisi menjadi 280 ribu ounce per tahun.

Peter mengatakan, untuk produk perak, perusahannya mampu menghasilkan 1.515.228 ounce pada tahun lalu. Melalui keterangan tertulisnya pada Rabu, 23 Januari 2014, Peter menyatakan, “Pendapatan kami pada 2013 US$ 429 juta dari hasil penjualan 280.363 ounce emas dan 1.464.079 ounce perak.”

Tahun ini, Peter memprediksi perusahaannya memproduksi 230 – 250 ounce untuk emas dan 2 juta ounce untuk perak. Penurunan target ini dikarenakan upaya pengoptimalan kegiatan penambangan dan pengolahan serta antisipasi menurunnya harga emas dunia. Menurut Peter, biaya eksplorasi diperkirakan mencapai US$ 17 juta, sementara modal kerja US$ 65 juta. Jumlah itu termasuk pembebasan lahan minor, peninggian bendungan penampung tailing, serta upaya peningkatan kapasitas pabrik menjadi 5 juta ton per tahun.

Selain itu, kata dia, perusahaan akan melanjutkan program optimalisasi margin. “All-in Sustaining Costs (AISC) kami menurun dari US$ 1,000 per ounce pada awal 2013 menjadi US$ 750 per ounce pada akhir tahun,” kata dia. Dalam jangka setahun, AIC mereka tercatat kurang dari US$ 800 per ounce.

Tambang Emas Martabe terletak di Kecamatan Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara dengan luas 1.639 kilometer per segi. Perusahaan ini berada di bawah kontrak karya generasi keenam yang ditandatangani pada April 1997. Tambang Emas Martabe telah memiliki sumberdaya 8,2 juta ounce emas dan 75,3 juta ounce perak yang mulai berproduksi penuh pada awal 2013. Adapu kapasitas produksi per tahun 250 ribu ounce emas dan 2-3 juta ounce perak. (TEMPO.CO/W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments