Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Petani Dengan Omzet di Atas Rp 400 Juta/Bulan Kena Pajak 10%

Petani Dengan Omzet di Atas Rp 400 Juta/Bulan Kena Pajak 10%

Sabtu, 13 September 2014 18:48 WIB
Jakarta (SIB)- Berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 70 P/HUM/2013, petani atau pengusaha yang memiliki omzet minimal Rp 400 juta/bulan atau Rp 4,8 miliar per tahun dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% pada barang hasil pertaniannya.

"Atas putusan MA tersebut, petani atau pengusaha yang menjual hasil pertaniannya di dalam negeri wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan omzet di atas Rp 4,8 miliar per tahun atau kalau dibagi 12 bulan Rp 400 juta per bulan dikenakan PPN 10%, di bawah omzet Rp 4,8 miliar per tahun tidak kena PPN," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jumat (11/9).

Emilia mengatakan, namun produk pertanian yang dikenakan PPN 10% hanya hasil perkebunan, tanaman hias dan obat, tanaman pangan dan hasil hutan.
"Seperti sawit, kakao, karet, kopi, dan teh.

Tapi Berdasarkan Pasal 4A ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 dinyatakan bahwa jenis barang yang tidak dikenakan PPN adalah barang kebutuhan pokok yang dibutuhkan rakyat banyak seperti beras, gabah, jagung, sagu, kedelai, garam, daging, telur, susu, buah-buahan, dan sayur-sayuran," ungkapnya.

Ia menambahkan, namun dengan dikenakannya PPN 10% yang membuat pihaknya khawatir ada kemungkinan pengusaha yang terkena pajak di hilir akan menekan harga beli di pemasok (pengumpul).

"Ini akan membuat pengumpul akan menekan harga beli di tingkat petani, sehingga petani akan menerima harga jual yang rendah, ini yang kami khawatirkan, pengusaha ujungnya akan membebankan PPN 10% itu ke petani, karena poisi tawar petani yang rendah," tutupnya. (detikfinance/d)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments