Jumat, 25 Sep 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Penjualan Tiket Pesawat Turun 30% Gara-gara Mahal

Penjualan Tiket Pesawat Turun 30% Gara-gara Mahal

admin Rabu, 27 Februari 2019 11:17 WIB
Ilustrasi.
Jakarta (SIB) -Mahalnya harga tiket pesawat berimbas kepada penurunan penjualan pada sejumlah biro travel di Indonesia. Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansyah mengatakan penjualan tiket pesawat pada saat low season seperti sekarang menurun hingga 30% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Memang low season biasanya lebih sepi, tapi ini lebih sepi dari low season biasanya. Kalau persentase kita nggak tahu, tapi saya rasa bisa sampai 30% penurunannya. Ini di bawah low season," katanya, Selasa (26/2).

Penurunan penjualan tiket pesawat ini juga berimbas pada sepinya sejumlah bandara di Indonesia. Dari pantauan dan informasi yang dihimpun detikFinance, bandara-bandara yang sepi saat ini tercatat seperti di Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Internasional Lombok atau Lombok International Airport (LIA), Bandara Kualanamu Medan hingga Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang.

"Kalau mereka (airlines) bisa segera merevisi harga menjadi lebih baik saya rasa bisa kembali normal," kata Budijanto.

Sebelumnya, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan selaku pengelola juga mengakui bahwa sepinya Bandara Adi Soemarmo dikarenakan sedang masuk masa low season. Selain karena low season, tingginya harga tiket juga menjadi salah satu penyebab utama.

"Hal tersebut disebabkan beberapa hal di antaranya adalah tiket yang masih di atas rata-rata perolehan sebelumnya, masa low season dikarenakan awal tahun perjalanan bisnis masih rendah, masa sekolah dan sebagainya," kata dia.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Maret-April 2019. Setelah itu, diperkirakan kembali normal.

"Kami perkirakan hingga Maret-April. Semoga perjalanan udara kembali normal," tuturnya.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut sepinya Bandara Adi Soemarmo lebih dikarenakan musim sepi yang sedang berlangsung saat ini. Selain itu penerbangan Solo-Surabaya menurun jumlahnya lantaran adanya peralihan moda transportasi yang dilakukan penumpang pesawat, yang awalnya naik pesawat kini memilih jalur darat via Tol Trans Jawa.

Saat disinggung mengenai harga tiket pesawat, Budi mengatakan pihaknya masih akan meneliti mengenai hal tersebut.

"Ya nanti saya teliti lagi," ungkap Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (25/2).

Masih Sesuai Aturan
Sementara itu, harga tiket pesawat saat ini masih mahal. Sejumlah maskapai terpantau masih menawarkan harga yang jauh lebih tinggi dibanding biasanya.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan harga tiket pesawat yang dipatok saat ini masih sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah untuk penerbangan pesawat udara.

"Terkait harga tiket mahal, bahwa harga tiket yang di-publish saat ini masih sesuai aturan. Masih di bawah tarif batas atas," katanya, Selasa (26/2).

Danang sendiri tak mengonfirmasi bahwa pihaknya tak lagi mengeluarkan tarif batas bawah atau membagi harga tiketnya pada beberapa sub class. Namun dia memastikan harga tiket yang ditawarkan Lion Air saat ini masih sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Terkait itu harga yang di-publish masih di bawah tarif batas atas, artinya ini masih sesuai aturan. Kalau terkait info lain saya akan sampaikan," ujarnya singkat.

Berdasarkan Permenhub No 14/2016, tarif penumpang pesawat dihitung berdasarkan komponen tarif jarak, pajak, iuran wajib asuransi, dan biaya tambahan (surcharge). Dirjen Perhubungan Udara akan melakukan evaluasi terhadap besaran tarif yang telah ditetapkan setiap 1 tahun atau mengalami perubahan signifikan yang mempengaruhi kelangsungan kegiatan maskapai.

Tarif yang berlaku tersebut dibedakan antara pesawat jenis propeller (baling-baling) dengan yang bermesin jet. Untuk Jakarta-Bali misalnya , dengan pesawat propeller atau di atas 30 kursi, tarif batas atasnya adalah Rp 2,6 juta dan tarif batas bawahnya Rp 808.000. Sementara untuk pesawat jet, tarif atas Jakarta-Denpasar adalah Rp 1,6 juta dan batas bawahnya Rp 495.000.

Adapun saat ini harga tiket pesawat termurah rute Jakarta-Bali untuk keberangkatan 28 Februari 2019 adalah Rp 1.049.000 dengan maskapai Lion Air. Sedangkan untuk maskapai Garuda Indonesia atau non LCC harga tiket termurah adalah Rp 1.951.100. (detikFinance/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments