Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pengusaha DKI Ditaksir Rugi Rp1 Triliun Akibat Listrik Padam

Pengusaha DKI Ditaksir Rugi Rp1 Triliun Akibat Listrik Padam

admin Rabu, 07 Agustus 2019 13:56 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Aktivitas bisnis di wilayah DKI Jakarta sebagian besar lumpuh terdampak putusnya aliran listrik. Kerugiannya ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan mati listrik lebih dari delapan jam tersebut perlu disikapi dan diantisipasi serius oleh pemerintah.

Dalam hal ini, lanjutnya, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) harus memastikan agar peristiwa itu tidak kembali terulang. Pasalnya, kelancaran dunia usaha dan pelayanan publik sangat tergantung terhadap layanan energi.

"Dilihat dari banyaknya sektor usaha dan pelayanan publik yang terimbas kerugian bisa mencapai triliunan. Ini merambah hampir ke semua unit usaha dan pelayanan publik dengan area yang sangat luas," kata Sarman, seperti dilansir Metro TV, Selasa (6/8).

Menurut dia sektor Industri Kecil Menengah (IKM) paling terpukul dengan pemadaman listrik yang cukup lama ini lantaran keuntungan berdasarkan harian. Pelaku perdagangan barang dan jasa pun juga ikut terdampak seperti transportasi online, SPBU, kuliner, konveksi, restoran, kafe, katering, bengkel, meubel dan usaha lainnya.

"Kejadian ini juga akan berdampak pada ketidakpercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia jika kondisi pelayanan energi listrik seperti ini," ujarnya.

Pelaku usaha dan masyarakat perlu mendapat penjelasan yang lugas terutama ihwal kompensasi kerugian yang diterima konsumen. Menurutnya kejadian ini tak cukup dengan ucapan permintaan maaf hingga jajaran direksi PLN yang mengundurkan diri.

"Kalau seperti ini yang kalah tetap konsumen, karena jika konsumen terlambat bayar rekening akan mendapat denda sebaliknya jika PLN padam mendadak cukup lama tidak ada sanksi. Apa tanggung jawab PLN kepada konsumen atau pelanggan dengan kejadian ini," ungkapnya.

Perusahaan tunggal dengan investasi besar mestinya membuat PLN memiliki mitigasi masalah kelistrikan yang kompleks. Padahal, kejadian serupa pernah dirasakan Tanah Air pada 2002 silam yang patut dijadikan contoh.

"Kinerja PLN patut dipertanyakan mengapa tidak mampu mengantisipasi berbagai kendala teknis seperti ini, dengan pengalaman selama ini seharusnya kondisi ini tidak perlu terjadi," kata Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta ini.

Jajaran direksi PLN juga perlu mendapat perhatian agar lebih profesional. Kejadian pemadaman listrik ini jangan sampai kembali terjadi. "Semoga Menteri BUMN dapat megevalusi kejadian ini dan segera menata direksi PLN yang definitif untuk pelayanan yang lebih baik dan profesional," tutupnya. (M19/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments