Kamis, 20 Jun 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Penggunaan e-Money Terus Bertumbuh di Sumut

Penggunaan e-Money Terus Bertumbuh di Sumut

* Jumlah Mesin EDC Maupun Transaksinya Diperkirakan Terus Meningkat
admin Jumat, 11 Januari 2019 15:44 WIB
Medan (SIB) -Bank Indonesia memperkirakan jumlah mesin EDC (Electronic Data Capture) maupun transaksinya terus meningkat di Sumatera Utara, karena penggunaan e-money di tengah masyarakat bertumbuh terus.

"Hingga Juni 2018 jumlah transaksi menggunakan data EDC di Sumatera Utara meningkat atau sebesar Rp 775,762 miliar lebih seiring berkembangnya terus penggunaan uang elektronik/e-money," ungkap Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumut di Medan Andiwiana S kepada wartawan, Kamis (10/1).

Disebutnya, jumlah mesin EDC yang berfungsi untuk menerima pembayaran dari pelanggan ke toko menggunakan kartu kredit maupun kartu debit juga meningkat. Sementara itu, berdasarkan data, pada posisi sama Juni 2018, terdapat 38.000-an mesin EDC di Sumut.

Penggunaan e-money, ungkapnya, semakin meningkat dan berdampak terhadap banyak faktor. Mulai dari kebijakan berbagai perusahaan BUMN dan swasta. Bahkan BUMD yang membuat program-program pembayaran menggunakan e-money. Kemudian meningkatnya terus pemain uang elektronik "server based" yang memasuki Sumut.

Selain itu, juga gerak cepat para "merchant" melihat peluang bisnis itu dengan menyediakan mesin EDC untuk digunakan konsumen dalam bertransaksi di gerainya.

Program BUMN meningkatkan penggunaan nontunai misalnya melalui pembayaran uang tol, pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak), parkir di Bandara Kualanamu hingga ongkos menaiki bus Trans Binjai.

Ia menerangkan, transaksi nontunai di jalan tol Sumut misalnya sudah mencapai 96,2 % pada Desember 2018. Transaksi nontunai di jalan tol Sumut per bulannya rata-rata sekitar 3,35 juta juta transaksi.

Andiwiana menerangkan, peningkatan pemain uang elektronik "server based" yang memasuki Sumut terlihat dari munculnya T-Cash, Go-Pay, Ovo, Saku, Sakuku, dana serta perbankan seperti Mandiri, BNI, BRI dan BCA yang mengeluarkan e-money. Jadi memang, sebutnya, gerak cepat para "merchant" melihat peluang bisnis dari e-money itu terlihat dengan semakin banyaknya took atau gerai yang menyediakan mesin EDC untuk digunakan konsumen dalam bertransaksi.

"Bank Indonesia terus mensosialisasikan penggunaan nontunai di tengah-tengah masyarakat," imbuhnya.

Waspada
Di kesempatan itu Andiwiana mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap segala bentuk penipuan terkait permintaan dukungan dan/atau sponsor termasuk terkait pelantikan kepala perwakilan BI di berbagai daerah yang mengatasnamakan BI atau Dewan Gubernur BI.

Sehubungan dengan hal tersebut, ungkapnya, BI tidak pernah meminta dukungan atau sponsor terkait penyelenggaraan kegiatan-kegiatan baik yang digelar BI maupun bekerjasama dengan pihak lain. (A2/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments