Kamis, 17 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Pemerintah Tidak Khawatir India Naikkan BM Sawit

Pemerintah Tidak Khawatir India Naikkan BM Sawit

Sabtu, 11 Januari 2014 10:52 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB) - Pemerintah menyatakan tidak merasa khawatir dengan sikap India yang menaikkan bea masuk (BM) untuk produk olahan sawit termasuk asal Indonesia, dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 10 persen.

“India merupakan pasar yang penting bagi Indonesia, kita akan cermati dan melakukan perhitungan terkait dengan kenaikan bea masuk produk olahan sawit tersebut, namun tidak terlalu mengkhawatirkan,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, saat berdiskusi dengan wartawan, di Jakarta, Jumat.

Bayu mengatakan, kenaikan bea masuk untuk produk turunan CPO ke India dari yang sebelumnya sebesar 7,5 persen tersebut, dinilai merupakan langkah terkait dengan pergolakan nilai tukar mata uang India terhadap dolar Amerika Serikat seperti yang juga terjadi terhadap rupiah.

Menurut dia, langkah India tersebut sesungguhnya bisa dipahami oleh pemerintah Indonesia mengingat kebijakan Indonesia sendiri dengan India saling bercermin.

“Seperti yang kita lakukan untuk memberikan nilai tambah di dalam negeri, India memberikan bea masuk yang lebih besar kepada bahan olahan dan untuk bahan baku lebih rendah,” katanya.

Wamendag menambahkan, langkah tersebut dinilai untuk membeli bahan baku dari luar negeri yang nantinya diolah kembali di India untuk memberikan nilai tambah lebih tinggi daripada membeli produk-produk yang sudah jadi.

“Situasi ini akan kita cermati, kita juga akan menghitung ulang dampak dari kebijakan India tersebut. Jika kenaikan sebesar 2,5 persen, respon sementara adalah tidak terlalu menkhawatirkan,” ujar Bayu.

India telah menaikkan bea masuk untuk produk turunan sawit dari 7,5 persen menjadi 10 persen untuk memberikan proteksi terhadap produsen lokal dari para pemasok yang umumnya memberikan harga lebih rendah.

India mengimpor produk sawit dari dua pemain besar dunia seperti Indonesia dan Malaysia. Impor produk turunan sawit India melonjak 40,5 persen menjadi 2,2 juta ton pada Oktober 2013 lalu.(Antara/W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments