Selasa, 21 Mei 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Merpati : Kami Sedang Proses Restruksisasi dan Revitalisasi

Merpati : Kami Sedang Proses Restruksisasi dan Revitalisasi

Sabtu, 01 Februari 2014 16:58 WIB
SIB/int
Pesawat merpati
Jakarta (SIB)- Maskapai penerbangan Merpati Nusantara menyatakan sedang menjalani proses restrukturisasi dan revitalisasi terkait dengan sejumlah pemberitaan di media massa yang menyatakan Merpati menghentikan kegiatan operasionalnya.

"Menyikapi beberapa berita di media massa yang terkait dengan pemberitaan yang menyatakan Merpati stop operasi adalah tidak benar. Merpati tetap menjalankan kegiatan operasionalnya," kata VP Corporate Secretary & Legal Merpati, Riswanto CP dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (31/1/2014).

Menurut Riswanto, Merpati saat ini sedang menjalankan proses restrukturisasi dan revitalisasi kepada pemerintah, mencakup program Kerja sama operasi (KSO), "spin off", divestasi, konversi utang Menjadi saham, mendirikan anak perusahaan termasuk di dalamnya melakukan restrukturisasi rute.

Ia menjelaskan, sebagai konsekuensi dari restrukturisasi rute adalah untuk sementara waktu akan berdampak terhadap dilakukannya pengurangan rute di beberapa kota tujuan yang ada.

"Perubahan beberapa rute ini tentunya juga akan berdampak kepada pelayanan dan kenyamanan pelanggan," katanya.

Terhadap kondisi tersebut, Merpati akan bertanggung jawab dalam penanganan pelanggan dengan beberapa langkah yaitu  pengalihan kepada penerbangan lain serta para penumpang  dapat melakukan "refund" (pengembalian harga pembayaran) tiket dalam waktu 30 hari kerja dari tanggal pembatalan.

Untuk itu, ujar dia, manajemen Merpati menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dalam pelayanan yang diterima para pelanggan dan berharap kondisi ini akan dapat segera normal kembali serta dapat memberikan pelayanan kepara para pelanggan.

Sedangkan dalam rangka program restrukturisasi dan revitalisasi dari Kementerian BUMN, Merpati akan segera mengoperasikan tiga anak perusahaan baru yang nantinya akan membidangi perawatan pesawat, pelatihan penerbangan dan kerjasama operasi.

Riswanto menjelaskan, proses berdirinya ketiga anak perusahaan dalam bentuk Perseroan Terbatas bernama PT Merpati Maintenance Facility International, PT Merpati Training Centre serta perusahaan yang menangani kerjasama operasi yaitu PT.Merpati Aviation Services.

"Tentunya dalam mempersiapkan anak perusahaan baru tersebut harus memenuhi persyaratan yang berlaku sebagai BUMN dan harus didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM yang saat ini sedang dilakukan oleh notaris," katanya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, mengatakan pemerintah sulit untuk menalangi utang PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) sebanyak Rp6,7 triliun.

"Silakan bahas dulu di internal, setelah selesai baru dibawa ke rapat koordinasi. Buat saya, Rakor untuk melihat perencanaan bisnisnya. Kalau tidak masuk akal, ya sudah, ditutup saja," kata Hatta di Jakarta, Kamis (30/1).

Namun, lanjut Hatta, pemerintah masih memberikan kesempatan kepada PT Merpati Nusantara Airlines untuk bangkit dan menyelesaikan persoalan internal perusahaan, termasuk perusahaan-perusahaan mitra yang akan diajak kerjasama. (Ant/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments