Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Mati Listrik Massal Bisa Hambat Investasi Masuk RI

Mati Listrik Massal Bisa Hambat Investasi Masuk RI

admin Sabtu, 10 Agustus 2019 14:08 WIB
ANT/Hafidz Mubarak A
Jakarta (SIB) -Mati listrik massal yang terjadi di wilayah DKI Jakarta, Banten, hingga sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah kemarin dinilai bisa menghambat investasi yang masuk ke Indonesia. Padahal, investasi sangat diperlukan saat ini untuk mendorong ekonomi.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, investor sebenarnya sudah paham sejumlah keterbatasan dan kendala untuk menaruh dananya di Indonesia. Namun kejadian kemarin menegaskan bahwa persoalan listrik di Indonesia belum selesai, termasuk di ibu kota.

"Kejadian kemarin menegaskan bahwa persoalan listrik ini masih belum selesai. Karena investor sudah tahu, jadi dampaknya ke investor sebenarnya juga tidak besar. Tapi membuat kita sulit melakukan lompatan pertumbuhan investasi, sebagaimana yang diharapkan Pak Presiden Jokowi," ujar Piter , Senin (5/8).

Menurut dia, pemerintah dan PLN harus bertanggung jawab atas mati listrik massal kemarin. Baik kepada masyarakat maupun dunia usaha.

"Kerugian dunia usaha juga diperkiraan besar, pertumbuhan ekonomi juga bisa terganggu signifikan kalau hal ini tidak segera diatasi," katanya.

Sementara itu, Ekonom Bank Pertama, Josua Pardede mengatakan, mati listrik massal di wilayah Jakarta, Banten, hingga sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah tentunya memberikan kerugian di sektor transportasi, komunikasi, serta manufaktur. Untungnya, hal tersebut terjadi di hari libur, sehingga aktivitas ekonomi tidak terlalu terdampak.

"Kami perkirakan dampak ekonomi makronya marjinal untuk ekonomi kuartal III 2019. Mengingat sebagian wilayah juga sudah pulih di hari Senin ini," kata Josua.

Dia menilai, investor juga tak akan terlalu bereaksi terhadap kejadian mati listrik massal. Kecuali jika hal ini terus berlangsung hingga waktu lama.

"Tapi diperkirakan investor tidak akan terlalu bereaksi terhadap hal ini, kecuali berlangsung lama," tambahnya. (Kumparan/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments