Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Ekonomi
  • Mandiri Targetkan Penyaluran Kredit hingga Rp 80 T Fokus ke Sektor Retail dan Whole Sale

Mandiri Targetkan Penyaluran Kredit hingga Rp 80 T Fokus ke Sektor Retail dan Whole Sale

Rabu, 15 Januari 2014 15:51 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Bank Mandiri menargetkan penyaluran kredit secara keseluruhan pada 2014 berkisar Rp 64 triliun sampai Rp 80 triliun, naik 16 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu Rp 45 triliun. “Tapi itu belum termasuk penyaluran kredit di anak perusahaan kami,” ujar Direktur Bank Mandiri Pahala Nugraha Mansury ketika ditemui setelah acara media briefing Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri (WMM) dan Mandiri Young Technopreneur (MYT), Senin (13/1).

Pada 2014, ujar Pahala, Bank Mandiri memprediksi penyaluran kredit ke sektor usaha mikro akan tetap menjadi yang paling tinggi. Setelah itu, diikuti dengan sektor usaha kecil dan menengah yang tumbuh di atas 20 persen. "Sementara itu, untuk korporasi sendiri akan ada di kisaran 12-15 persen."

Pahala menuturkan, salah satu faktor yang menyebabkan pihaknya menurunkan target pertumbuhan kredit 2014 tersebut yakni tingkat suku bunga acuan atau BI Rate yang diperkirakan pada semester pertama 2014 masih akan cukup tinggi.

Baru akan mengalami penyesuaian pada semester kedua 2014. Terkait dengan kredit bermasalah (non-performing loan-NPL), Pahala menilai sejauh ini belum ada peningkatan NPL seiring dengan meningkatnya BI rate.

"Kalau NPL secara keseluruhan itu pada akhir 2013 di bawah 1,7 persen, dan sampai sejauh ini kita belum melihat kenaikan NPL karena adanya kenaikan tingkat bunga," kata Pahala.

Pada bagian lain Pahala Nugraha Mansury mengatakan, lembaganya akan memprioritaskan pengembangan sektor retail. Selain itu, menurut Pahala, Mandiri berupaya mengembangkan sistem penyaluran kredit di segmen whole sale.

"Kami mendorong agar sektor retail lebih berkembang. Rencananya, kami akan menginvestasikan 5 sampai 10 juta dolar AS untuk mengembangkan sektor itu," ujar Pahala.

Pahala berharap, jika pada triwulan ketiga dan keempat 2014 kondisi ekonomi tidak memburuk, tingkat margin bisa didorong agar mempunyai nilai yang sama dengan tahun sebelumnya. "Sampai September 2013, margin Bank Mandiri berada pada 5,4 sampai 5,5 persen. Di akhir tahun sedikit meningkat sampai 5,5 persen," ujar Pahala.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit sampai akhir 2013 bakal melambat dan hanya pada kisaran 20 persen. Gubernur BI Agus Martowardojo memaparkan, saat ini pertumbuhan kredit mulai melambat, meski pada Agustus 2013 masih bisa mencapai 22,2 persen year on year. (Tempo.co/x)
T#gs kredit
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments