Minggu, 20 Sep 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Luhut Minta Awasi Kapal-kapal Asing Masuk NTT

Luhut Minta Awasi Kapal-kapal Asing Masuk NTT

Rabu, 16 September 2020 18:27 WIB
Internet

Menko Luhut Binsar Pandajitan.

Jakarta (SIB)
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah akan menertibkan kapal wisata asing yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya kawasan wisata Labuanbajo.

"Jumlah kapalnya ada sekitar 500, sekarang harus diawasi. Jangan sampai dia (kapal) tinggal di situ tapi tidak membayar dan mengikuti aturan pemerintah daerah. Sekarang kami merencanakan untuk membeli speed boat yang dibuat di dalam negeri, di Banyuwangi, yang mampu mengawasi dan mengejar kapal-kapal tanpa bendera itu. Jadi semua harus ada pengawasan, kalau nggak kita akan repot" ujar Menko Luhut saat berkunjung ke Kawasan Puncak Waringin di Labuan Bajo, dikutip keterangan tertulis Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jumat (11/9).

Data Pemkab Manggarai Barat mencatat sekitar 4.000 kapal wisata yang beroperasi di kawasan Labuanbajo, baru hampir 500 kapal yang sudah terdaftar dan resmi untuk melakukan aktivitas wisata. Menko Luhut mengatakan pemasukan dari kapal-kapal tersebut bisa menjadi potensi pendapatan daerah.

"Kan tidak fair jika kamu mendapat keuntungan dari Labuanbajo tetapi tidak membayar kewajiban pajak," jela Luhut di sela-sela kunjunga bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau beberapa proyek pembangunan infrastruktur penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Luhut mengunjungi pembangunan penataan Goa Batu Cermin. Proyek penataan yang menelan biaya APBN sebesar lebih dari Rp 27 miliar ini meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti amphitheater dan rumah budaya untuk kegiatan seni dan budaya lokal yang diharapkan bisa mendatangkan pemasukan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Selanjutnya Luhut meninjau pembangunan kawasan pariwisata Puncak Waringin dan viewing deck nya, yang diproyeksikan menjadi sentra souvenir dan pusat kegiatan perbelanjaan produk-produk tradisional di Labuan Bajo yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Kedua objek wisata ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun 2020. Kepada wartawan, Menko Luhut mengingatkan pemerintah setempat untuk tidak abai merawat infrastruktur tersebut.

Ketika ditanya tentang menurunnya jumlah wisatawan asing di masa pandemi ini, Luhut mengatakan fokus pemerintah sekarang pada wisatawan dalam negeri.

"Nggak masalah, wisatawan domestik kita kan banyak. Turis internasional saya rasa baru akan pulih 2021 akhir. Kan kita banyak sekarang turis. Haji belum boleh, umroh belum boleh, ke luar negeri belum boleh, kecuali pekerjaan dinas ya. Berobat belum boleh, sekarang kita bikin rumah sakit internasional. Itu menghemat mungkin beberapa miliar dolar," terang Luhut. (detikfinance/f)

T#gs Luhut Binsar PandjaitanMenteri Koordinator Kemaritiman dan InvestasiMinta Awasi Kapal-kapal AsingNTT
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments