Senin, 22 Jul 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Lewat Desa Tani Expo, Kementan Ingin Petani Milenial Mandiri

Lewat Desa Tani Expo, Kementan Ingin Petani Milenial Mandiri

admin Kamis, 14 Maret 2019 16:07 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi membuka Grand Launching Desa Tani Expo Petani Milenial #2019TetapPetaniBerdayaDiTanahSendiri, yang diselenggarakan Kelompok Tani MACAKAL, bekerja sama dengan Dompet Dhuafa di Desa Cibodas, Lembang, Bandung Barat.

Suwandi mengatakan upaya tersebut merupakan hal baik karena untuk mengangkat petani, baik itu petani dhuafa dan petani buruh, supaya lebih mandiri dengan pola-pola sinegri seperti ini.

"Saya harapkan pola-pola seperti ini diterapkan di tempat-tempat lain, sehingga jangkauan coverage-nya bisa lebih luas," terang Suwandi dalam keterangannya, Rabu (13/3).

"Manfaatnya sangat luar biasa, karena yang diproduksi pun produk-produk sayuran yang kelas supermarket dan ekspor. Ini sangat baik, jadi komprehensif, mulai dari pembinaan hulu, kemitraannya, hilir sampai pasar," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, pola sinergi seperti ini juga sangat bagus dalam membuka akses permodalan, hingga menjamin ketersediaan pasar. Terbukti, dengan banyak pihak yang ingin bermitra dan membangun kerja sama dengan petani.

"Saya lihat tadi ada MoU salah satunya dengan Bank BJB dan ini saya harap terus ditingkatkan," ujarnya.

"Kita akan men-support penuh dengan berbagai apa yang bisa kita lakukan, kita akan support," tambahnya.

Terkait dengan lahan pertanian yang tersedia di Bandung Barat, Suwandi menilai lahannya sudah terlihat subur dan efisien. Hanya saja dia berharap pola petani yang baik, yaitu ramah lingkungan dan mengikuti SOP.

"Biar produksi kita tingkatkan, tapi di samping itu dengan pola-pola yang ramah lingkungan," ucap dia.

Lebih lanjut Suwandi mengatakan konsep pertanian milenial yang diharapkan oleh pemerintah saat ini sudah ada pada Kelompok Tani MACAKAL ini. Kelompok tani ini merupakan contoh generasi milenial, yakni generasi muda yang bangkit memajukan pertanian yang berdaya saing.

"Image kita selama ini pertanian itu becek-becek dan kotor-kotor. Contonya apa, ini sudah dilakukan mekanisasi, pola transaksinya pun udah mengikuti generasi milenial," tuturnya.

"Jadi teknologi informasi teknologi mekanisasi teknologi yang lain kita manfaatkan untuk menggenjot produksi dan distribusi hasil pertanian," tambah dia.

Sementara itu, Bupati Bandung Barat AA Umbara Triana mengaku bangga dan mengapresiasi upaya Kelompok Tani MACAKAL dalam memajukan pertanian. Baginya, hal tersebut menjadi inspirasi karena dirinya juga lahir dan dibesarkan di keluarga petani.

"Saya dulu bertani, dan hari ini barangkali pertanian tidak seperti zaman jadul lagi karena sudah zaman now. Makanya sekarang ada petani milenial. Ini inspirasi buat kami terutama pemerintah daerah Bandung Barat," kata Umbara.

Sebagai wujud dukungan terhadap petani, pada 21 Maret 2019 mendatang pihaknya akan mengundang para petani dan kelompok tani dan akan diberikan bantuan Alsintan.

"Saya akan memberikan 1.000 traktor untuk petani Kabupaten Bandung Barat, dan di dalamnya ada semua yang dibutuhkan petani," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Kelompok Tani MACAKAL, Triana menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, baik itu Dirjen Hortikultura Kementan, Bupati Bandung Barat, Dinas Pertanian Jawa Barat (Jabar), serta Dompet Dhuafa sebagai mitra Kelompok Tani MACAKAL.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak. Ini merupakan penyemangat bagi kami sebagai petani di Cibodas," kata Triana.

Dia menegaskan Kelompok Tani MACAKAL siap memajukan pertanian bersama para petani yang ada di sekitar Desa Cibodas.

"Untuk itu, dengan adanya dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak lain sangat dibutukan," sebutnya.

Di sisi lain, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jabar Andriyansyah menuturkan setiap hari ada petani dapat memanen buncis 100 kg. Sebanyak 12 petani binaan tersebut diberdayakan dalam program yang bernama Desa Tani pada lahan seluas 1,2 hektare di Kampung Ateng Lembang.

"Program ini berjalan sejak akhir tahun 2018 lalu," ujar Andriansyah.

Andriansyah menambahkan Desa Tani merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa Jabar. Desa Tani hadir untuk mengatasi masalah kesejahteraan para petani yang ada di Desa Cibodas.

Dalam pelaksanaan pemberdayaan petani tersebut ia menjelaskan Dompet Dhuafa Jabar bermitra dengan Kelompok Tani MACAKAL. Kelompok Tani MACAKAL-lah yang membantu melakukan ekspor ke Malaysia.

"Adanya kolaborasi dengan mitra lokal diharapkan bisa semakin memudahkan dan melejitkan tujuan program," pungkas Andriansyah. (detikfinance/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments