Rabu, 24 Jul 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kolang-Kaling Raya Simalungun Diekspor ke Filipina dan Vietnam

Kolang-Kaling Raya Simalungun Diekspor ke Filipina dan Vietnam

admin Selasa, 14 Mei 2019 10:35 WIB
SIB/Jheslin M Girsang
KOLANG-KALING: Truk kontainer bermuatan goni berisi kolang-kaling siap diekspor dari Raya Kabupaten Simalungun menuju Negara Filipina, Senin (13/5).
Simalungun (SIB) -Bulan suci Ramadan 1440 H membawa berkah. Permintaan kolang-kaling meningkat signifikan, bahkan diekspor dari Raya Kabupaten Simalungun ke Filipina dan Vietnam.

"Sebanyak 18 ton dipasarkan ke Filipina dalam seminggu ini," ujar Reno Karno Saragih, agen pengumpul kolang-kaling di Raya, Senin (13/5).

Selain ke Filipina, katanya, kolang-kaling asal Raya juga memasuki Vietnam. Pemasarannya selalu mencapai target, minimal 18 ton sebulan.

Untuk bisa mencukupi target tersebut, pihak Reno berusaha mengumpulkan kolang-kaling dari berbagai daerah. Basis penghasil kolang-kaling seperti Limag, Tumbukan Dalig, Pangalbuan, Bangun Selamat, Daligraya, Sinaman Labah, Bagaduh, Partuakan dan beberapa daerah lainnya di Kabupaten Simalungun.

"Kita juga berupaya mengumpulkan kolang-kaling dari luar Kabupaten Simalungun bahkan sampai ke Sidikalang-Dairi, Pahae, Tarutung. Dalam seminggu harus bisa dikirimkan 18 ton ke Filipina atau Vietnam lewat pelabuhan Belawan," ujarnya.

Ia mengakui, permintaan pasar selama Ramadan sangat tinggi. Selain ke Filipina dan Vietnam, kolang-kaling Raya juga tembus ke Pasar Induk Keramat Jati Jakarta, Pasar Caringin Bandung, sejumlah pasar di Surabaya dan Bogor.

Menurut Reno, masuknya komoditi kolang-kaling Raya ke Filipina dan Vietnam setelah dijalin kerjasama dengan PT Furnindo Sagala Perkasa yang berkantor pusat di Tanah Tinggi-Jakarta. Kualitas kolang-kaling Raya dinilai bagus sehingga sangat diminati konsumen dari luar daerah.

Terpisah, Kepala Desa (Pangulu) Limag Raya, Kuatman Saragih mengutarakan, bulan suci Ramadan membawa berkah bagi petani dan perajin kolang-kaling. Berpenduduk sekitar 1.000 jiwa, Desa Limag menjadi salah satu incaran para agen pengumpul kolang-kaling.

"Kurang lebih 120 KK (kepala keluarga) di Desa Limag sebagai perajin kolang-kaling. Sementara harga kolang-kaling naik semenjak bulan Ramadan ini, dari kisaran Rp 7 ribu menjadi Rp 9.000 sampai Rp 9.500/Kg," urainya. (S05/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments