Sabtu, 23 Nov 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kementan Jamin Pasokan Daging dan Telur Akhir Tahun Aman

Kementan Jamin Pasokan Daging dan Telur Akhir Tahun Aman

Jumat, 23 November 2018 11:10 WIB
Jakarta (SIB) -Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita menyatakan pasokan daging sapi atau kerbau, daging ayam dan telur aman menjelang perayaan hari Natal 2018 dan tahun baru 2019.

"Berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan daging sapi atau kerbau, daging ayam dan telur ayam ras, pada akhir tahun atau menjelang natal dan tahun baru, saat ini dalam kondisi surplus. Sehingga kondisinya sangat aman," kata Ketut, di Gedung C Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis, (22 /11).

Ketut mengungkapkan berdasarkan perhitungan, stok dan permintaan daging sapi surplus 11.219 ton. "Kami sampaikan bahwa produksi sapi lokal sebanyak 35.845 ton, sedangkan kebutuhan daging sapi sebanyak 55.305 ton. Kekurangan disediakan melalui impor sapi dan daging sebanyak 30.679 ton," ungkap Ketut.

Adapun komponen impor sapi ini, Ketut menjelaskan, untuk impor sapi bakalan sebanyak 18.217 ton (setara sapi sejumlah 91.543 ekor), dan komponen impor daging sapi dan kerbau sebanyak 12.462 ton (setara sapi sejumlah 62.623 ekor).

Ketut menambahkan untuk ketersediaan daging ayam dan telur ayam ras juga mengalami surplus. Ini berdasarkan perhitungan potensi melalui penghitungan produksi, berdasarkan laporan realisasi produksi masing-masing perusahaan, hingga Oktober 2018.

"Ketersediaan dan kebutuhan daging ayam 2018, sebanyak 466.445 ton dengan rataan per bulan sebanyak 38.870 ton. Juga, proyeksi kebutuhan telur ayam ras, maka terdapat potensi surplus telur sebanyak 795.071 ton pertahun atau 66.256 ton perbulan," ujar Ketut.

Ketut berharap dengan pasokan yang cukup, maka masyarakat dapat merayakan hari raya Natal 2018 dan tahun baru 2019 dengan tenang. Guna menjaga stabilitas harga, pihak Polda hingga Polres akan membentuk tim dengan melakukan pemantauan ketersediaan pasokan dan harga pangan strategis. (T/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments