Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Kembangkan Produk Biskuit, Garudafood Butuh Cokelat 15.000 Ton Per Tahun

Kembangkan Produk Biskuit, Garudafood Butuh Cokelat 15.000 Ton Per Tahun

admin Jumat, 20 September 2019 14:56 WIB
SIB/Dok
Medan (SIB) -Dalam mengembangkan aneka varian dari produk biskuit berbasis coklatnya, Garudafood membutuhkan bahan baku cokelat sekitar 15.000 ton per tahunnya.

Hal itu disampaikan Head of Corporate Communication Garudafood Dian Astriana dalam siaran persnya di Medan, Selasa (17/9).
Maka dari itu, kata dia, Garudafood melakukan inovasi melalui kolaborasi dengan 3 (tiga) mitra terbesarnya dalam pemasok bahan baku cokelat berkualitas tinggi dan berstandard internasional yakni, Barry Callebaut, Cargill dan Olam. Kolaborasi ini merupakan strategi open innovation platform dalam inovasi dan pengembangan produk biskuit yang berbahan dasar coklat berkualitas terbaik untuk memberikan nilai tambah bagi konsumen Indonesia.

Dengan Garudafood, lanjutnya, Barry Callebaut telah berkolaborasi membangun pabrik di Gresik-Jawa Timur tahun 2016 dan Rancaekek-Jawa Barat pada Agustus 2019 lalu yang berada di dalam satu kawasan area pabrik Garudafood, dengan mengusung konsep "Plant in Plant".

Sebelumnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Direktorat Jenderal Industri Agro Abdul Rochim didampingi Head of Corporate Communication Garudafood Dian Astriana meninjau booth Garudafood seusai membuka acara 'Pameran Produk Kakao dan Cokelat 2019' di gedung Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, di Jakarta, Selasa (17/9).

Pada kesempatan ini, Garudafood memperkenalkan varian produk barunya yakni Chocolatos Wafer Cokelat yang merupakan varian baru dari kategori wafer cream yang diharapkan dapat diterima positif oleh konsumen. Sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan konsumsi cokelat masyarakat Indonesia. (Rel/M11/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments