Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • KP3EI Targetkan Implementasi Proyek Hingga Rp 1.500 Triliun

KP3EI Targetkan Implementasi Proyek Hingga Rp 1.500 Triliun

Senin, 10 Februari 2014 20:52 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) menargetkan pelaksanaan proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang masuk dalam “groundbreaking”, hingga akhir 2014 mencapai Rp1.500 triliun.

“Momentum pertumbuhan ekonomi menjadi peluang yang harus dioptimalkan untuk mewujudkan target itu,” kata Wakil Ketua KP3EI Armida Alisjahbana dalam keterangan pers tertulis diterima di Jakarta, Minggu.

Armida menjelaskan target investasi tersebut terdiri atas realisasi 365 proyek-proyek MP3EI yang telah “groundbreaking” hingga akhir 2013 sebesar Rp828,72 triliun serta target 166 proyek yang segera “groundbreaking” hingga akhir 2014 senilai Rp628,91 triliun.

“Sehingga secara total investasi yang terkumpul akan mencapai Rp1.457,63 triliun. Kami sangat optimistis target itu tercapai pada akhir 2014, sebab potensi Indonesia sangat besar untuk mewujudkan angka itu,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ini.

Berdasarkan data KP3EI, realisasi “groundbreaking” hingga akhir 2013 untuk Koridor Sumatera mencapai Rp133,16 triliun, Koridor Jawa sebesar Rp296,34 triliun dan Koridor Kalimantan mencapai senilai Rp176,79 triliun.

Kemudian, realisasi Koridor Sulawesi mencapai sebesar Rp62,72 triliun, Koridor Bali-Nusa Tenggara tercatat sebesar Rp53,85 triliun dan realisasi Koridor Papua-Maluku telah mencapai Rp105,86 triliun.

Nilai investasi tertinggi berasal dari sektor infrastruktur sebesar Rp279 triliun, pertambangan senilai Rp268 triliun, industri manufaktur sebesar Rp137 triliun, sektor energi mencapai Rp108 triliun dan sektor lainnya sebesar Rp36,7 triliun.

Sedangkan, peran pembiayaan swasta memberikan kontribusi terbesar sebanyak 39 persen atau Rp323,32 triliun, diikuti kontribusi BUMN sebesar 25,7 persen atau Rp212,88 triliun, sumber campuran 19,4 persen atau Rp160,82 triliun dan pemerintah 15,9 persen atau Rp131,71 triliun.

“Dengan demikian, KP3EI telah berperan efektif mendorong swasta lebih besar untuk terlibat dalam pembangunan proyek-proyek MP3EI. Ke depannya, kita semakin optimistis lagi. Apalagi dengan perekonomian nasional yang terus bertumbuh dan semakin menarik bagi investor,” kata Armida.

Sekretaris KP3EI Luky Eko Wuryanto mengaku optimistis upaya pencapaian target proyek “groundbreaking” hingga akhir 2014 akan tercapai, mengingat realisasi “groundbreaking” hingga akhir 2013 relatif tinggi yaitu mencapai Rp828,72 triliun.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, KP3EI semakin yakin mampu mewujudkan target proyek ‘groundbreaking’ hingga akhir tahun ini,” kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah ini. 

Menurut perkiraan KP3EI, target “groundbreaking” 2014 untuk Koridor Sumatera diupayakan mencapai Rp111,62 triliun atau 17,7 persen, Koridor Jawa sebesar Rp67,82 triliun atau 10,8 persen, Koridor Kalimantan Rp129,04 triliun atau 20,5 persen.

Kemudian, Koridor Sulawesi diperkirakan mencapai Rp79,94 triliun atau 12,7 persen, Koridor Bali-Nusa Tenggara Rp114,74 triliun atau 18,2 persen, dan Koridor Papua-Maluku sebesar Rp125,75 triliun atau 20,1 persen.

Dari target pembiayaan, pemerintah memiliki kontribusi Rp32,33 triliun atau 5,1 persen, investasi swasta sebesar Rp407,58 triliun atau 64,8 persen, BUMN senilai Rp71,69 triliun atau 11,4 persen, serta sumber campuran Rp117,32 triliun atau 18,7 persen.

“Masih banyak yang perlu diselesaikan untuk menyukseskan MP3EI. Karena itu, sukses tidaknya MP3EI tidak terlepas dari percaya diri, semangat dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk membuka akses lahan bagi berbagai proyek MP3EI,” kata Luky. (Antara/W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments