Jumat, 18 Okt 2019

Jawa Tengah Klaim Surplus Gula

Jumat, 10 Januari 2014 11:03 WIB
SIB/int
Gula
Semarang (SIB)- Pemerintah Jawa Tengah mengklaim bahwa produksi gula di provinsi itu surplus hingga 3.613 kuintal pada 2003. Selain surplus, jumlah produksi gula pada akhir tahun itu juga meningkat hingga 370.819 kuintal. "Pada 2012, produksinya hanya 329.168 kuintal," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tegoeh Wynarno Haroeno, Kamis, 9 Januari 2014.

Menurut Tegoeh, produksi tersebut melebihi kebutuhan gula rakyat Jawa Tengah yang mencapai 367.200 kuintal per tahun. Tingginya produksi gula itu membuktikan Jawa Tengah mampu memenuhi target swasembada gula yang telah dicanangkan sebelumnya.

Dari jumlah produksi itu, pemerintah Jateng terus menggenjot luasan lahan tebu hingga 73.516 hektare pada 2013 atau meningkat dari luasan lahan tebu 67.168 hektare. "Sedangkan upaya lain melakukan revitalisasi pabrik gula untuk menunjang kualitas," Tegoeh menambahkan.

Tegoeh menjamin tingginya produksi gula menjadi alasan pemerintah tidak mengimpor gula dari negara lain. Kalaupun tetap mendatangkan itu dalam bentuk gula cair atau raw sugar untuk kebutuhan industri. "Itu saya jamin tak akan bocor ke pasaran karena proses kristalisasi memerlukan biaya tinggi," katanya.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, Wasiman, meminta agar produksi gula itu terus ditingkatkan untuk memenuhi daerah lain. Ia menyarankan agar peningkatan produksi gula itu dilakukan dengan merevitalisasi pabrik gula di Jawa Tengah yang kondisinya 70 persen belum modern. "Namun itu ranah BUMN, sehingga penanganan dilakukan oleh pemeirntah pusat," katanya. (Tempo.co/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments