Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Industri Bioskop Makin Seksi, Blitzmegaplex Jual Saham di Bursa Maret 2014

Industri Bioskop Makin Seksi, Blitzmegaplex Jual Saham di Bursa Maret 2014

*Selama 2013, Pendapatan Bioskon di China Capai Rp 42 Triliun
Kamis, 09 Januari 2014 17:21 WIB
SIB/int
Bioskop
Jakarta  (SIB)- Pemilik brand bioskop Blitzmegaplex PT Graha Layar Prima bersiap melantai di bursa saham melalui skema Initial Public Offering (IPO) pada Maret 2014.

Direktur PT Graha Layar Prima (Blitzmegaplex) Brata Perdana mengatakan, industri bioskop di Indonesia saat ini masih sangat minim, pemainnya pun masih sedikit. Hal ini menjadi salah satu alasan pihaknya untuk lebih mengembangkan bisnis di tanah air.

"Untuk pengembangan bisnis. Indonesia masih kurang jumlah bioskop sempat mati, di 2002 hanya 230-240 layar, 1994 lebih dari 2000 layar nasional. Sekarang naik lagi. Prospek bagus," ujar dia usai melakukan mini expose di Gedung BEI, Rabu (8/1/2014).

Namun, Brata belum mau menyebutkan berapa jumlah saham yang akan dilepas maupun berapa dana yang akan diincar dalam gelaran IPO nanti. "Ini kita masih nuunggu efektif dulu. Ini baru step satu. Ini masih tanya jawab saja," kata dia.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen menyebutkan, perseroan diperkirkan bakal mencatatkan sahamnya di bulan Maret 2014.Hoesen menyebutkan, saat ini posisi nilai ekuitas perseron masih di bawah Rp 500 miliar. "Ekuitasnya di bawah Rp 500 miliar," cetusnya.

Perseroan juga bakal menambah 4 bioskop baru di tahun ini yang tersebar di Jawa dan luar Jawa salah satunya Batam.

 Sementara itu, Pendapatan industri bioskop di China sepanjang 2013 mencapai 3,6 miliar dollar AS atau 21,77 miliar yuan (sekitar Rp 42 triliun). Angka itu mengalami kenaikan  tahun lalu, naik 27,5 persen dari tahun sebelumnya.

Perolehan itu sekaligus mengukuhkan China sebagai pasar terbesar kedua bagi industri film global. Mengutip AFP, Rabu (8/1/2014), kenaikan pendapatan itu salah satunya dikontribusi dari bertambahnya jumlah bioskop secara signifikan. Rata-rata dalam sehari terdapat 14 layar baru yang dihadirkan kepada masyarakat.

Adapun film paling sukses meraup pendapatan di pasar China adalah Journey to the West: Conquering the Demons. Film fiksi tersebut diadaptasi dari novel klasik China, yang diyakini berasal dari abad ke-16 .

Di luar film-film produksi China, hanya tiga film buatan Hollywood berhasil masuk ke 10 besar, yaitu Iron Man 3 di peringkat kedua, diikuti oleh Pacific Rim di tempat keempat, dan Gravity di urutan ke-10.

Tidak seperti tahun 2012 , produksi dalam negeri China berhasil menguasai pasar ketimbang film impor, yakni mencapai 58,7 persen. Sementara itu sisanya dikuasai oleh film-film impor, yang mayoritas buatan Hollywood.

Sepanjang tahun ini, industri bioskop China berhasil menambah 5.100 layar, sehingga jumlah layar film di negara itu pada akhir 2013 mencapai 18.195 layar film.(DTF/KPS.Com /W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments