Jumat, 20 Sep 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Holding BUMN Tambang Targetkan Ekspor Rp 37 Triliun di 2018

Holding BUMN Tambang Targetkan Ekspor Rp 37 Triliun di 2018

Rabu, 03 Oktober 2018 16:10 WIB
Jakarta (SIB)- PT Inalum (Persero) menargetkan penjualan ekspor mineral, batubara dan produk hilirisasinya sebesar US$ 2,51 miliar atau Rp 37,56 triliun (kurs Rp 15.000) di 2018 ini, atau meningkat sebesar 33% dibanding realisasi 2017 sebesar US$ 1,89 miliar. Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengatakan kenaikan tersebut ditopang oleh kinerja ekspor PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). 

Selain itu, Inalum juga memproyeksikan bisa mengekspor 40 kilo ton ekspor aluminium ingot (batangan) dengan nilai US$ 79 juta ke berbagai negara di tahun ini. Negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Jepang, Swiss, Singapura, Inggris, Australia, Korea Selatan, Hong Kong, Malaysia dan Belanda. "Peningkatan kinerja ekspor ini sesuai dengan mandat pembentukan Holding Industri Pertambangan untuk menjadi perusahaan kelas dunia," ungkap Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (2/10).

Terbaru, Inalum melakukan pelepasan ekspor 20 ribu ton aluminium ingot (batangan) ke Trafigura Pte. Ltd, di port Klang Malaysia. Pelepasan dilakukan di pelabuhan Inalum, Kuala Tanjung, Sumatera Utara. "Pengeksporan aluminium ingot menuju Malaysia ini akan menjadi langkah nyata untuk menjadikan Inalum sebagai perusahaan global terkemuka. Ke depan, Inalum diharapkan mampu membawa Indonesia sebagai salah satu pemain global dalam pasar aluminium," kata Budi.

Acara pelepasan dihadiri Direktur Layanan Strategis Ogi Prastomiyono, Direktur Pengembangan Bisnis (Merangkap Direktur Pelaksana) Oggy A. Kosasih dan jajaran direksi lainnya. Budi mengatakan Inalum terus mengejar berbagai target seperti pengembangan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan peningkatan devisa negara melalui kegiatan ekspor aluminium. Menurutnya, dari Januari hingga Agustus 2018, Holding Industri Pertambangan mencatat pertumbuhan nilai ekspor sebesar US$ 1,57 miliar atau 83% dari pencapaian akhir tahun lalu sebesar US$ 1,89 miliar. (detikFinance/q)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments