Minggu, 18 Agu 2019

Harga Tomat di Karo Anjlok, Petani Merugi

admin Kamis, 08 Agustus 2019 13:39 WIB
SIB/Dok
Membusuk : Petani membiarkan tomatnya membusuk di pokoknya di seputaran Desa Lau Gendek, Kecamatan Dolatrakyat, Selasa (7/8).
Tanah Karo (SIB) -Petani tomat di Kabupaten Karo merana. Pasalnya harga jual tomat di tingkat petani anjlok sejak beberapa pekan terakhir. Tomat yang biasanya mampu dijual petani dengan kisaran Rp 4000 hingga Rp 6000 per kilogram, kini hanya laku dijual Rp 1000 per kilogram.

Bp Gembira Sembiring, Rabu (7/8) menyebut harga tomat saat ini sedang anjlok. Tomat dengan kualitas super hanya laku dijual dengan harga Rp 1500 per kilogram. Sementara untuk yang kualitas tanggung, harganya lebih murah lagi yakni Rp 35 ribu per keranjang. "Harga seperti sekarang sudah sejak dua minggu terakhir," kata petani asal Desa Lau Gendek ini.

Ia menduga anjloknya harga tomat saat ini terjadi akibat masa panen yang bersamaan dengan petani tomat di daerah luar. Sehingga menyebabkan stok tomat dari daerah luar melimpah masuk ke pasar induk Medan. Dengan harga tomat yang terjun seperti saat ini, ia dan sejumlah petani tomat di desanya terpaksa harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Sebab untuk merawat tanaman tomat, petani membutuhkan perawatan ekstra dan biaya yang tidak sedikit, terutama membeli pupuk dan obat. Agar petani bisa mendapatkan untung, idealnya harga jual tomat di tingkat petani Rp 4000 - Rp 5000 per kilogramnya.

Ia menyebut, akibat anjloknya harga tomat saat ini, tak sedikit petani yang memilih menelantarkan buah tomat di batangnya. Pertimbangannya, jika dijual, harganya yang terlalu murah tidak menutupi biaya pemeliharaan. Disamping itu, jika dijual, petani harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos memetik dan membeli keranjang. "Harga keranjang saja Rp 18 ribuan. Belum lagi, biaya untuk tenaga pemetik harian. Banyak petani yang malas jualnya," ujarnya. Namun, khusus dirinya sendiri, Gembira mengaku tetap menjualnya meski harga tomat saat ini tak bisa memberikan untung baginya.

Sama seperti harapan petani lainnya, mereka sangat berharap harga tomat bisa segera membaik. Gembira mengatakan, biasanya harga tomat jelang tujuhbelasan menggembirakan petani. Di bulan yang sama tahun lalu, harga tomat mampu menembus Rp 6000 hingga Rp 8000 per kilogram. "Harapan saya harga bisa naik. Karena saya masih punya tanaman tomat yang akan segera panen satu bulan lagi," ujarnya. (k02/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments