Jumat, 07 Agu 2020

Harga Jeruk di Simalungun Berangsur Turun

Sabtu, 01 Agustus 2020 17:11 WIB
Foto SIB/Mey Hendika Girsang
JERUK : Inilah salah jeruk petani di wilayah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun. Harga jeruk di daerah itu berangsur turun, dari sebelumnya Rp 7.000-Rp 8.500 per Kg menjadi Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per Kg di tingkat petani. Foto dipetik, Rabu (29/7). 
Simalungun (SIB)
Harga jeruk berangsur-angsur turun dua bulan terakhir di wilayah Kecamatan Silimakuta, Doloksilau, Pematang Silimahuta dan Purba Kabupaten Simalungun.

Informasi diperoleh dari petani, Rabu (29/7) harga jeruk saat ini Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per Kg, dari sebelumnya mencapai Rp 7.000-Rp 8.500 per Kg ditingkat petani.

"Penurunan harga ini berlangsung secara estafet, mulai dari Rp 8.500, Rp 7.000, Rp 6.500, hingga menjadi Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per Kg," kata petani daerah itu Ruslan Purba.

Menurutnya, penurunan harga jeruk terjadi lantaran mau memasuki musim panen secara serentak. "Mungkin gara-gara memasuki musim panen, maka harga turun," katanya.

Demikian juga dikatakan petani lainnya di antaranya Herdin Sipayung dan Pardi Haloho. Disebut, harga jeruk berangsur turun akibat memasuki panen raya. "Mungkin juga, harga jeruk turun karena buah jeruk saat ini sedikit kecil, tidak seperti sebelumnya. Tapi kita tidak tahulah pastinya, apa penyebab harga turun," kata Herdin.

Mereka berharap, harga jeruk stabil, minimal di harga Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per Kg di tingkat petani, agar tidak rugi. "Itulah harapan kita," kata mereka. (S06/f)

T#gs Harga JeruksimalungunTurun
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments