Selasa, 04 Agu 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Harga Jagung Murah, Petani Tunda Masa Panen di Karo

Harga Jagung Murah, Petani Tunda Masa Panen di Karo

Senin, 27 Juli 2020 18:29 WIB
Foto SIB/Theopilus Sinulaki

TUNDA PANEN: Kondisi tanaman jagung di batang sudah mulai mengiring dan rontok akibat patani menunda masa panen karena harga jagung murah di Kabupaten Karo. 

Karo (SIB)
Petani jagung di Kecamatan Lau Baleng dan Mardingding mengeluh dan terpaksa menunda masa panen. Pasalnya, harga jual jagung kering di gudang pemipil hanya Rp 2500-Rp 2700/Kg.

Menurut informasi dihimpun SIB, dari beberapa pembeli jagung di Lau Baleng, Minggu (26/7), harga jagung saat ini masih murah dibandingkan harga panen sebelumnya yang mencapai Rp 4000-Rp 4500/Kg.

Secara rinci disampaikan salah satu tokeh jagung di Lau Baleng, A Ginting, harga beli jagung di petani hanya Rp 2500-2700/Kg. Sedangkan untuk harga jagung kering Rp 2800/kg.

Sementara petani jagung yang dimintai SIB tanggapannya secara terpisah, Sabtu (25/7) dan Minggu (26/7), L Br Sembiring (54) warga Perbulan dan Eben Milala (39) warga Petarum Kecamatan Lau Baleng mengatakan, para petani jagung masih menunggu adanya kenaikan harga jagung. Pasalnya, dengan harga jual sekarang petani pasti mengalami rugi besar.

"Mengingat biaya tanam dan panen cukup tinggi, besar kemungkinan petani akan menunda masa panen ketimbang rugi besar," ujar beru Sembiring.

Hal senada disampaikan Judarius Sinulingga warga Desa Lau Garut Kecamatan Mardingding, pihaknya sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk bisa menetapkan harga dasar penjualan jagung di Sumatera Utara. Karena bila dibiarkan seperti ini, petani jagung akan banyak rugi.

"Kesulitan lain yang kami hadapi adalah ketersediaan modal tanam berikutnya. Untuk itu kami masih mengharapkan perhatian dan campur tangan pemerintah dalam menentukan harga dasar jagung di Medan," pintanya. (K01/d)

T#gs Harga Jagung MurahTunda Masa Panen
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments