Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Harga Ikan Basah Semakin "Meroket", Konsumen Beralih ke Tahu dan Tempe

Harga Ikan Basah Semakin "Meroket", Konsumen Beralih ke Tahu dan Tempe

admin Rabu, 11 September 2019 13:23 WIB
Ikan
Medan (SIB) -Harga ikan basah yang semakin "meroket" dan sudah berlangsung lama mengakibatkan para konsumen beralih ke tempe dan tahu karena harganya lebih murah untuk menu makanan.

Rohani, pedagang sayur mayur dan tempe tahu di Pasar Cemara Medan kepada SIB mengatakan, Selasa (10/9), tahu dan tempe yang dijualnya laris manis setiap hari. Tahu ukuran kecil mulai Rp 1.500 per bungkus, Rp 3.000 per bungkus. Sedang ukuran besar Rp 2.000 per potong. Sementara tempe ukuran, kecil sedang dan besar dari Rp 2.000, Rp 4.000 hingga Rp 6.000 per batang.

"Sebelum datang pembeli, tahu sudah kita bungkusi agar tidak repot melayani konsumen yang datang," ujarnya serius.

Disebutnya, meskipun tahu tempe yang dijual termasuk laku keras, namun stok pembelian dari grosir tidak ada penambahan, karena terkendala kedelai untuk pembuatan tahu tempe disebut-sebut terbatas.

Sementara itu data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut menyatakan, kedelai yang dibutuhkan untuk memproduksi tempe dan tahu di Sumut 95% masih impor, sementara itu luas tanam kedelai di Sumut juga sangat minim sekali sekitar 7 hektare.

Harga ikan basah
Menurut pantauan SIB di Pasar Cemara, harga ikan basah sudah sejak lama "meroket" harganya. Jenis ikan yang dijual juga seperti ikan gembung, tongkol, gurami, nila, ikan dencis, ikan alo-alo, ikan lele, ikan tamban dan ikan kakap, ikan merah dan kakap.
Sedangkan ikan yang sudah punya nama atau berkelas tidak ada lagi, banyak yang diekspor ke luar negeri, ungkap seorang pedagang Faisal yang banyak menjual berbagai jenis ikan kepada SIB, Selasa (10/9).

Harga ikan basah yang sudah sejak lama "meroket" itu sudah sulit turun, hal ini disebabkan cuaca yang tidak bersahabat dan nelayan pun enggan melaut. Paling melaut di zona yang dekat-dekat dari pinggiran takut kena badai, ungkapnya lagi.

Namun bagi orang yang berkecukupan, membeli ikan segar untuk stok seminggu. Bagi orang yang bersahaja, beralih ke tahu, tempe dan telur. "Sekali-kali, makan ikan juga lah untuk perbaikan gizi anak," ujar ibu Rohani, guru SD yang warga Cemara.

"Dengan biaya Rp 25.000 hingga Rp 30.000 sehari sudah bisa kita sajikan menu campuran tahu, tempe, ikan asin dan terong ungu yang disambal. Sedangkan ikan basah harus 1,5 kg sehari seharga Rp 50.000. Jadi sebagai ibu rumah tangga harus bisa mengolah menu makanan dengan biaya murah dan rasanya enak disajikan untuk keluarga," ujarnya.

Demikian pula pedagang di sejumlah pasar di Medan pada mengurangi stok jual ke konsumen karena mereka khawatir kurang laku.
"Sejak harga ikan mahal stok jual terpaksa dikurangi"ujar Rahman pedagang di Pasar Glugur, Selasa sore (10/9) sambil menyebutkan, harga jual ikan terbilang stabil, tapi tetap mahal." (M2/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments