Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Harga Cabai dan Tomat di Pasar Inpres Kotapinang Melonjak Drastis

Harga Cabai dan Tomat di Pasar Inpres Kotapinang Melonjak Drastis

Kamis, 16 Januari 2014 20:16 WIB
SIB/Ramadhona Raja Hsb
Pedagang sayur mayur di pasar Petisah Medan, mengeluhkan minimnya pasokan sayur mayur dari Tanah Karo, karena petani tidak lagi menanam akibat meletusnya Gunung Sinabung. Pedagang mengaku menjual sayur kol Rp 7.000 per Kg dari harga Rp 3.000, Sawi Putih R
Kotapinang (SIB)- Harga beberapa komoditi, terutama cabai merah dan tomat mengalami kenaikan di Kotapinang. Dalam beberapa hari terakhir ini, kenaikan cabai dan tomat juga dipicu kelangkaan pasokan dari distributor.

Di pasar Inpres Kotapinang, Rabu (15/1), harga cabai melonjak drastis dari Rp 40.000 per Kg menjadi Rp 60.000 per Kg dan tomat dari harga Rp 8.000 per Kg menjadi Rp 15.000 per Kg.

Pantauan SIB di sejumlah lapak pedagang sayur-sayuran di pasar Inpres Kotapinang tampak kurang menyediakan cabai dan tomat. Ini disebabkan sebagian pedagang tidak memperoleh barang dari agen akibat stok terbatas.

Para pedagang mengakui, harga cabai saat ini merupakan tertinggi dan baru terjadi di awal tahun 2014. Seorang pedagang sayur, Butet Siregar mengatakan, lonjakan harga cabai dan tomat terus terjadi dalam seminggu belakangan ini.

Menurutnya, cabai dan tomat biasanya didatangkan dari Tanah Karo. Namun, beberapa minggu terakhir ini, pasokan semakin lama semakin berkurang. Kondisi ini bisa dilihat dalam beberapa pekan di Kotapinang.

“Botul pak…! cabai dan tomat lagi kosong di Kotapinang karena pasokan minim dari distributor. Katanya, akibat matinya tanaman terkena abu letusan Gunung Sinabung, makanya beberapa komoditi terutama cabai dan tomat berkurang dan mahal,” kata Butet Siregar yang ditemui SIB disela-sela melayani pembeli.

Lonjakan harga cabai dan tomat dikeluhkan ibu Elys br Silitonga. “Luar biasa mahal cabai dan tomat sekarang ini di pasar Inpres Kotapinang. Tadi saya beli seperempat kilo saja supaya hemat karena masih banyak keperluan lain,” kata gelar Opung Markus itu kepada SIB seusai belanja cabai dan tomat.

Harga Sawit Meningkat

Sementara, petani sawit di Aek Batu Desa Asam Jawa, Torgamba, Labuhanbatu Selatan menyatakan, harga jual Tandan Buah Sawit (TBS) dalam beberapa pekan belakangan ini meningkat antara 30-40% dari harga sebelumnya.

Diterangkan, harga kelapa sawit meningkat dari sebelumnya yang hanya Rp 800 per Kg naik menjadi Rp 1.750 per Kg. “Harga TBS  naik, tapi produksi  berkurang,” kata petani Marulop Siahaan di Desa Asam Jawa, Rabu (15/1).

Menurut petani sawit Aek Batu, harga membaik hanya tetapi produksi  berkurang. (D16/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments