Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Hadapi Ketidakpastian Perekonomian 2019, Jokowi: Konsolidasi

Hadapi Ketidakpastian Perekonomian 2019, Jokowi: Konsolidasi

admin Selasa, 08 Januari 2019 16:35 WIB
Jakarta (SIB) -Presiden Joko Widodo meminta penguatan konsolidasi mulai dari sektor riil, fiskal, dunia usaha, hingga moneter di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam Sidang Kabinet Paripurna 2019 di Istana Negara, Senin (7/1).

"Ke depan, di 2019 ini saya kira kita masih akan menghadapi tantangan yang tidak ringan gejolak ekonomi dunia, tekanan-tekanan eksternal. Oleh sebab itu, sekali lagi saya minta konsolidasi antara sektor riil, dunia usaha, dunia industri dengan moneter dengan fiskal yang sudah dirancang bisa terkonsolidasi dengan baik," kata Jokowi.

Penguatan tersebut diharapkannya dapat memberikan dampak positif terhadap upaya pemerintah dalam mengendalikan impor, memacu ekspor, dan menggenjot modal di Tanah Air.

Optimisme pertumbuhan ekonomi tahun ini yang disebutnya juga berdasar atas kinerja positif pada tahun lalu. Bahkan, dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini bakal menyentuh 5,15%.

"Kita perkirakan tumbuh sekitar 5,15%, kemudian inflasi terkendali pada tingkat yang rendah di bawah 3,5%, nilai tukar rupiah juga terus bisa dijaga," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan realisasi APBN 2018 juga menunjukkan kinerja yang sehat dan kredibel. Hal itu ditunjukkan dengan defisit sebesar 1,76% dari PDB lalu dilanjutkan dengan keseimbangan primer sebesar negatif Rp1,8 triliun.

"Pendapatan Rp1.942 triliun melampaui target APBN yaitu tercapai 102,5% dari APBN 2018. Belanja negara untuk mendukung target pembangunan optimal mencapai 99,2% dari APBN 2018. Sekali lagi mencapai 99,2%dari APBN 2018," tegas Jokowi.

Jokowi Terima Kasih
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumpulkan para menteri Kabinet Kerja di Istana Negara. Saat membuka sidang kabinet ini, Jokowi menyampaikan terima kasih kepada Kabinet Kerja atas capaian penerimaan negara tembus 102,5%.

Jokowi mengungkap rasa senang dan bangganya terhadap hasil yang dicapai pemerintah pada 2018.

"Di awal tahun 2019 saya ucapkan terima kasih kepada seluruh menteri kabinet kerja, Kapolri, Panglima, Atas kerja sama, kerja bersama kita, di tahun 2018," kata Jokowi, Senin (7/1).

Jokowi menyebutkan, capaian kinerja APBN 2018 mulai dari asumsi dasar perekonomian hingga realisasi postur memberikan hasil yang baik.

"Alhamdulillah perekonomian kita tumbuh positif, kita perkirakan tumbuh 5,15%, inflasi juga rendah di bawah 3,5%, nilai tukar juga terus bisa dijaga, realisasi juga kredibel, defisit laporan terakhir 1,76% dari PDB, kemudian keseimbangan primer juga negatif Rp 1,8 triliun sudah mendekati nol, patut kita garis bawahi, jauh lebih baik dari rencana APBN," tutur Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan realisasi pendapatan di tahun kemarin yang tembus 102,5% atau setara Rp 1.942,3 triliun dari target APBN. Serta, belanja negara yang mencapai 99,2%. (detikfinance/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments