Kamis, 12 Des 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Eksportir UKM Kaget, 2019 Diawali Lonjakan Biaya Kargo Hingga 30 Persen

Eksportir UKM Kaget, 2019 Diawali Lonjakan Biaya Kargo Hingga 30 Persen

* Henry Duin Sembiring: Pemerintah Perlu Intervensi, Ini Tahun Penguatan Ekonomi Rakyat
admin Jumat, 11 Januari 2019 15:35 WIB

Dino

Medan (SIB) -Kalangan pelaku bisnis usaha kecil menengah (UKM) yang bergelut di sektor ekspor produk-produk UKM kaget dan mengeluh karena biaya atau ongkos pengiriman barang melalui jasa kurir, kargo maupun pos naik mendadak bahkan dengan angka yang tinggi mencapai 30 persen dalam sebulan belakangan ini.

Kordinator Forum Penguatan Ekonomi Kerakyatan Sumut-Medan, Henry Duin Sembiring ST dan Ketua Umum (Chairwoman) Asosiasi UMKM Indonesia, Anna Ujiana Sianturi, dalam satu temu diskusi (coffee morning) Rabu (8/1) menyebutkan pihaknya semula memaklumi kenaikan awal biaya karga atau pengiriman barang mulai pekan kedua Desember 2018 lalu itu hanya dikarenakan musim padat transaksi (peak session) dan padat barang (over load) daam rangka akhir tahun.

"Kenaikan biaya kargo atau pengiriman barang hingga mencapai 30 persen ini benar-benar mengagetkan, terutama bagi kalangan UKM eksportir domestik seperti Medan-Jakarta, Medan-Surabaya, Medan-Bandung, ke Bali dan lainnya. Bagi eksportir dari kalangan pengusaha besar mungkin tak bgitu problem karena umumnya terikat kontrak. Ini sangat merugikan karena 2019 ini sudah dicanangkan sebagai tahun penguatan ekonomi kerakyatan, eh tahunya dapat kado lonjakan biaya setinggi ini. Pemerintah harus cepat tanggap dan bia perlu intervensi agar jangan merambah sektor terkait," ujar Henry Duin Sembiring kepada pers di Medan, Rabu (9/1).

Untuk ini, baik sebagai mitra eksportir produk pangan dan pertanian maupun sebagai calon legislatif DPRD Kota Medan dari PDI Perjuangan, Henry Duin bersama tim Anna Sianturi dari UMKM segera menyurati instansi terkait untuk menyikapi kenaikan harga yang terkesan menjebak ini. Soalnya, pihaknya sesama praktisi UKM atau UMKM sudah merasa terjebak dengan aksi kenaikan harga yang beruntun hingga mencapai tiga kali dalam tempo sebulan belakangan ini.

Semula, ujar Henry dan Anna, pihaknya menduga harga atau biaya kargo ini akan kembali seperti biasa selewat masa tahun baru, atau pasca pekan pertama Januari 2019. Nyatanya, kenaikan biaya yang dimulai pekan kedua Desember 2018 sebesar 15 persen ke 20 persen itu, berlanjut naik lagi hingga rata-rata 25 persen jelang akhir tahun 2018, lalu melonjak ke angka 30 persen pada pekan pertama Januari.

"Bayangkanlah permainan apa dan siapa ini, bisa pula kenaikan ongkos atau biaya kargo sampai tiga kali dalam sebulan. Kita jadi terancam rugi besar kalau pemerintah tak segera menyikapi, apalagi kondisi ini bukan menjadi alasan urgen untuk menikkan harga jual produk-produk yang kita ekspor itu," ujar Anna selaku eksportir kopi asal Danau Toba ke sejumlah daerah di nusantara, dan mancanegara.

Di lain pihak, Kepala Kantor Pos Besar PT Pos Indonesia Medan, Dino Adrian, mengakui adanya kenaikan ongkos atau pengiriman barang yang mencapai 30 persen saat ini, termasuk di jajaran PT Pos sendiri. Demikian juga direktris utama Kikan Utama Express Medan, Asliany Khasita, yang mengaku sangat kecewa dan mengecam kenaikan biaya kargo yang terkesan sepihak dan dibiarkan pemerintah begitu saja.

"Kenaikan yang mencapai 30 persen ini dipicu kenaikan harga BBM avtur pada sektor pengiriman via udara pada jalur domestik. Kita belum bisa prediksikan apakah kenaikannya akan permanen atau akan pulih ke angka semula, karena harga avtur ini juga tampak fluktuatif," ujar Dino kepada SIB, sembari menambahkan kalau biaya kargo lokal untuk destinasi dalam Sumut, tidak mengalami kenaikan. (A04/l)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments