Selasa, 12 Nov 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Ekonomi Indonesia Kuartal III 2019 Tumbuh Melambat 5,02 Persen

Ekonomi Indonesia Kuartal III 2019 Tumbuh Melambat 5,02 Persen

redaksi Rabu, 06 November 2019 15:39 WIB
Kompasiana.com
Ilustrasi

Jakarta (SIB)
Badan Pusat Statistik mencatat, ekonomi Indonesia pada kuartal III-2019 tumbuh 5,02 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Laju pertumbuhan itu lebih rendah jika dibandingkan ekonomi kuartal III-2018 yang tumbuh 5,17 persen, dan kuartal II-2019 sebesar 5,05 persen.


Kepala BPS, Suhariyanto mengungkapkan, dengan catatan itu, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2019 tercatat sebesar Rp4.067,8 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp2.818,9 triliun.


"Memang mengalami perlambatan jika dibanding kuartal II 2019, kalau kuartal III 2018 juga mengalami perlambatan. Jadi 5,02 persen mengalami perlambatan," kata Suhariyanto seperti dilansir Tv One, Selasa (5/11).


Dia tak memungkiri, melambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tidak terlepas dari kondisi perekonomian dunia yang juga sedang mengalami perlambatan, terutama akibat perang perdagangan antara Amerika Serikat dengan China, ketegangan geopolitik di berbagai kawasan hingga jatuhnya berbagai harga komoditas.


"Ini berdampak pada ekonomi negara maju dan berkembang termasuk Indonesia. Harga komoditas di pasar internasional turun baik dibanding kuartal ke kuartal maupun year on year. Contoh harga minyak mentah Indonesia turun sebesar 16,5 persen, batu bara yoy turun sampai 42,07 persen dan minyak kelapa sawit turun sebesar 6,85 persen," kata dia.


Akibatnya, tidak hanya ekonomi Indonesia yang mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. China misalnya, diungkapkannya juga mengalami perlambatan ekonomi pada kuartal III-2019, yakni sebesar enam persen, sedangkan periode yang sama pada tahun sebelumnya 6,5 persen.


Amerika Serikat melambat dari 3,1 persen pada kuartal III-2018 menjadi dua persen di kuartal III-2019. Demikian juga Singapura yang perekonomiannya turun tajam dan hampir memasuki masa resesi, yakni dari 2,6 persen pada kuartal III-2018 menjadi 0,1 pada kuartal III-2019.


"Tetapi perekonomian global yang masih diliputi ketidakpastian membuat dampak perlambatan ekonomi ke berbagai negara. Tapi kalau 5,02 persen, kita tidak terlalu curam dibanding negara lainnya," ujar dia. (M12/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments