Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Diskop dan UKM Provsu Dorong Koperasi dan UMKM Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0

Diskop dan UKM Provsu Dorong Koperasi dan UMKM Bersaing di Era Revolusi Industri 4.0

admin Selasa, 08 Oktober 2019 15:24 WIB
H Dr Haykal Amal SH MH
Medan (SIB) -Dinas Koperasi dan UKM Provsu mendorong koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumut mampu bersaing di era revolusi industri 4.0 salah satunya dengan memanfaatkan ruang digital atau e-commerce dengan sebaik-baiknya.

Plt Kadiskop dan UKM Provsu H Dr Haykal Amlal SH MH kepada SIB, Senin (7/10) mengatakan, tantangan koperasi dan UMKM saat ini tidak hanya soal bagaimana memanfaatkan teknologi informasi yang terus berkembang, tetapi juga mengubah pola pikir dan sistem tata kelola usaha. Maka itu, kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus terus ditingkatkan.

Guna menjawab tantangan zaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lain, koperasi dan UMKM harus kreatif dan inovatif dalam menjalankan usahanya. Salah satunya dengan menata organisasi dan merancang strategi bisnis yang efektif serta efisien.

Karena itu Haykal menambahkan bahwa era Revolusi Industri 4.0 jangan menjadi beban bagi koperasi dalam mengembangkan kinerja usahanya, justru sebaliknya, di zaman serba digital koperasi harus mampu eksis.

Dijelaskan, di era Industri 4.0 lahir koperasi modern, dimana tumbuh kelompok sosial yang melakukan kegiatan bisnis, perubahan perilaku di masyarakat dan fase peradaban di dunia industri.

Dijelaskannya, saat ini telah melewati beberapa fase revolusi industri, koperasi tetap tumbuh di seluruh dunia, termasuk Indonesia. "Koperasi di seluruh dunia mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak 600 juta orang. Itu menjadi bukti kemampuan pelaku koperasi di dunia," tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa program Reformasi Total Koperasi yang sudah berjalan lima tahun adalah untuk menjawab pergerakan zaman yang begitu cepat, koperasi harus mampu berubah secara cepat dan fundamental.

Namun, perubahan fundamental tersebut tidak meninggalkan filosofis dan ideologi dasar sebuah koperasi, yaitu budaya kerjasama dan gotong royong. "Koperasi tidak akan musnah ditelan zaman, selama kita masih sadar tidak bisa hidup sendiri," tandasnya.

Karena itu kalau ada koperasi yang tidak berkembang maka itu merupakan masalah internal di koperasi tersebut. "Bisa saja pengurusnya kurang kreatif, atau hanya menunggu bantuan pemerintah dan APBD. Perlu diingat bahwa, bantuan jangan ditunggu, tapi bangun dulu sendiri maka bantuan akan datang sesuai dengan kebutuhannya," pungkasnya. (M12/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments