Minggu, 17 Nov 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Deflasi Agustus 2016 Terendah 15 Tahun Terakhir

Deflasi Agustus 2016 Terendah 15 Tahun Terakhir

Sabtu, 03 September 2016 17:39 WIB
Jakarta (SIB)- Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2016 mencatat terjadinya penurunan harga atau deflasi 0,02 persen. Pencapaian tersebut merupakan terendah dalam 15 tahun terakhir pada periode yang sama.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Kamis, (1/9) menyatakan angka tersebut sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia (BI) sebelumnya yang mengatakan akan terjadi deflasi pada Agustus.

Dengan penurunan harga itu, maka inflasi tahun kalender mencapai 1,74 persen (year to date/ytd), dan tingkat inflasi tahunan atau year on year (yoy) 2,79 persen. Menurut Sasmito, deflasi pada Agustus terjadi karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu, kelompok bahan makanan 0,68 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,02 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,41 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,41 persen; kelompok sandang 0,40 persen; kelompok kesehatan 0,39 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 1,18 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Tirta Segara mengatakan masing-masing kelompok makanan bergejolak (volatile food) dan kelompok tarif yang diatur pemerintah (administered prices) terjadi koreksi harga setelah Idul Fitri, dan memicu deflasi pada indeks harga konsumen Agustus 2016 sebesar 0,02 persen secara bulanan.

Tirta mengatakan deflasi pada kelompok makanan bergejolak (volatile food/ VF) termasuk pangan, sebesar 0,8 persen secara bulanan lebih besar dibanding deflasi ada tarif yang diatur pemerintah (administered prices) sebesar 0,52 persen.

WASPADAI INFLASI
Meski demikian, pemerintah akan mewaspadai kemungkinan kenaikan tingkat inflasi terutama menjelang akhir tahun ketika ada perayaan Natal dan tahun baru. Pemerintah juga bertekad menjaga inflasi di kisaran target 3-5 persen.

"Menjelang Januari biasanya ada tekanan, tapi kita sedang menyiapkan langkah-langkah supaya itu terjawab. Supaya tidak ada tekanan," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (KJ/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments