Kamis, 18 Jul 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Dahlan : Pulau Jawa Sangat Butuh Kereta Super Cepat

Dahlan : Pulau Jawa Sangat Butuh Kereta Super Cepat

*Waktu Tempuh Jakarta-Bandung Hanya 37 Menit
Kamis, 30 Januari 2014 15:17 WIB
SIB/int
Kereta Cepat
Jakarta (SIB)- Menteri BUMN Dahlan Iskan menilai Pulau Jawa sangat membutuhkan kereta super cepat seperti negara-negara maju antara lain Jepang dan China. Kini pemerintah sedang menyiapkan rencana proyek kereta super cepat Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Bandung.

"Sebetulnya Jawa urgent sekali, tidak usah secepat Shinkansen (di Jepang). Sebetulnya, bisa kecepatan 100 Km per jam saja sudah bagus lah. Jakarta-Surabaya bisa 5 jam," kata Dahlan di acara BUMN Outlook di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (29/1).

Menurut Dahlan untuk merealisasikan kereta cepat ini, diperlukan pembangunan jalur kereta baru yang relatif lurus. Jalur kereta saat ini masih menggunakan rel peninggalan Belanda yang relatif berkelok alias tak cocok untuk kereta super cepat.

"Kalau kereta cepat itu relnya harus lebih lebar dari yang ada sekarang. Rel kita itu kan peninggalan Belanda, kecil relnya. Untuk kereta cepat harus lebar, berarti harus pembebasan tanah baru," jelasnya.

Untuk pembangunan rute kereta cepat Jakarta-Surabaya, akan menghadapi berbagai kendala pembebasan lahan di darat. Solusinya bisa dibangun di atas laut namun relatif agak mahal. Sementara untuk rute Jakarta-Bandung, secara konstruksi dan rute harus menerobos pegunungan.

"Kalau Jakarta-Bandung harus menerobos gunung-gunung, itu kan sudah bukan masalah, jadi jangan berliku-berliku tapi teknologi sekarang sudah bisa diterobos," sebutnya.

Terkait rencana pemerintah bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) membangun kereta cepat Jakarta-Bandung. Dahlan mengaku belum ada pembicaraan dengan BUMN.

"Sampai hari ini belum pembicaraan belum ada koordinasi," terangnya.

Sementara itu Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Dedy S Priyatna mengatakan, proyek kereta api super cepat Jakarta-Bandung akan diawali dengan studi kelayakan selama dua tahun atas biaya dana hibah pemerintah Jepang sebesar US$ 15 Juta.

"Shinkansen akan berkecepatan 300 kilometer per jam. Jarak Jakarta-Bandung akan ditempuh dengan waktu 37 menit," kata Dedy di Jakarta, Selasa, 28 Januari 2014. Ia mengatakan proyek yang akan menelan biaya Rp 56 triliun ini akan menggunakan skema kerja sama antara Pemerintah dan Swasta (KPS).

Ia mengatakan, studi kelayakan proyek ini akan dilakukan oleh konsultan Jepang yaitu, Japan International Consultant for Transportation, Yachiyo Engineering Co., Ltd., Oriental Consultant, Mitsubishi Research Institute, dan Nippon Koei, Co., Ltd. (detikfinance/f)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments