Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Dahlan : AP II Berguru ke London Soal Bandara

Dahlan : AP II Berguru ke London Soal Bandara

Sabtu, 11 Januari 2014 11:00 WIB
SIB/ist
Dahlan Iskan, Menteri BUMN RI
Jakarta   (SIB) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku prihatin soal sistem pengaturan penerbangan di Tanah Air yang tidak efisien, sehingga meminta PT Angkasa Pura II  mengirim sejumlah karyawan ke Inggris, untuk belajar kepada pengelola Bandara Heathrow, London.

“Kita sudah kirim orang ke London untuk mempelajari bagaimana penanganan di Heathrow, bandara tersibuk nomor tiga di dunia itu. Mereka mempelajari sistem Air Trafic Flow Management (ATFM),” kata Dahlan, usai mengikuti rekaman wawancara di Metro TV, Kedoya, Jakarta, Jumat.

Menurut Dahlan, alasan pengiriman petugas ke London tersebut karena ada kesamaan antara Heathrow dengan Bandara Soekarno-Hatta yaitu masing-masing memiliki dua landasan pacu (runway).

Akan tetapi perbedaannya, Bandara Heathrow mampu menangani lalu lintas pesawat hingga 103 penerbangan per jam, sementara Bandara Soekarno-Hatta baru mampu menangani 64 penerbangan.

“Kita tentu ingin Bandara Soekarno-Hatta lebih efisien, paling tidak sanggup menampung pergerakan hingga 90 penerbangan setiap jam,” ujarnya.

Mantan Dirut PT PLN ini juga menuturkan, untuk mengatasi kepadatan penerbangan tersebut saat ini juga sedang dikaji kemungkinan untuk pembangunan baru satu landasan pacu.

“Tapi jika kemudian kita mampu memaksimalkan sistem pengelolaan lalu lintas penerbangan hanya dengan dua landasan ini saja, maka itu lebih baik daripada harus membangun landasan tiga,” ujar Dahlan.

Masalahnya ia menambahkan, investasi pembangunan landasan pacu bisa mencapai sekitar Rp40 triliun, selain itu realisasi pembangunannya juga bisa terbentur soal pembebasan lahan yang dibutuhkan seluas 800 hektare.

“Lahan seluas 800 hektare tersebut menyangkut 10 desa di tiga kecamatan, sehingga saya tidak optimis pembangunannya bisa terlaksana dalam waktu lima tahun ke depan,” ujarnya.(Antara/W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments