Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • DPRDSU Tantang Dinas Perkebunan Bangkitkan Lagi Kejayaan Cengkeh di Sumut

DPRDSU Tantang Dinas Perkebunan Bangkitkan Lagi Kejayaan Cengkeh di Sumut

* Sumut Kini Hanya Miliki 3.000 Batang, Cengkeh Banyak Diimpor
Jumat, 10 Januari 2014 10:58 WIB
SIB/int
Kebun Cengkeh
Medan (SIB)- Komisi B DPRD Sumut mendesak Disbun (Dinas Perkebunan) Provsu membangkitkan kembali kejayaan komoditi rempah-rempah seperti cengkeh yang sempat menjadi primadona di Sumut, karena kebutuhan cengkeh dalam negeri saat ini sangat tinggi, sehingga harus diekspor dari luar. Apalagi diketahui, saat ini Sumut hanya memiliki 3.000 batang cengkeh.

Hal ini diungkapkan anggota Komisi B DPRD Sumut Japorman Saragih, Drs Dk Darmawan Sembiring, Rinawati Sianturi, Dra Ristiawati, H Nurul Azhar dalam rapat dengar pendapat dengan Disbun Provsu dipimpin Ketua Komisi B Muhammad Nasir, Kamis (9/1) di DPRD Sumut.

Dikatakan M Nasir, produksi komoditi rempah-rempah di Sumut terutama tanaman Cengkeh sangat anjlok dan drastis menurun, dibanding dimasa kejayaan tahun 70-80an komoditi cengkeh sempat menjadi primadona Sumatera Utara.

"Hanya saja, dimasa kejayaan itu pemasaran cengkeh dimonopoli satu perusahaan, sehingga petani tidak terlindungi. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi sistem monopoli, akan sangat membantu petani jika membangkitkan kembali kebun cengkeh," ujar Nasir.

Hal serupa juga diungkapkan Japorman Saragih dan Rinawati Sianturi, agar Dinas Perkebunan dapat memfasilitasi bibit-bibit cengkeh, agar petani kembali berkebun cengkeh, untuk meningkatkan ekspor, karena tanaman cengkeh di Sumut sekarang ini dijadikan tanaman sampingan, sehingga produksinya tidak bisa mendukung kebutuhan daerah.

Rinawati juga minta Disbun Propsu mempertahankan kebun teh yang ada di Simalungun yang selama ini menjadi komoditi kebanggaan Sumut , karena ada rencana pihak PTPN IV mengganti areal kebun teh menjadi kebun sawit.

Kadis Perkebunan Propsu Ir Aspan Batubara, MM juga mengakui, produksi komoditi rempah-rempah di Sumut, baik itu cengkeh maupun nilam mengalami penurunan yang sangat drastis, sehingga tanaman cengkeh di Sumut saat ini hanya 3.000 batang.

"Karena itu, dilakukan pembibitan cengkeh di Kuta Buluh Kabupaten Karo untuk petani yang akan menanam pohon cengkeh. Tahun lalu telah menanam bibit cengkeh 9 batang di Karo," ujar Aspan sembari menyatakan, secara nasionaol, produksi cengkeh Indonesia sangat rendah hanya 370 ton per tahun, sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri terutama untuk bahan pabrik rokok.

Aspan juga menyatakan, pihaknya sepakat agar perkebunan teh di Kabupaten Simalungun dipertahankan dan hal ini sudah disampaikan kepada pihak PTPN IVI selaku pengelola kebun teh tersebut. "Saat ini dalam taraf negoisasi kepada pihak PTPN IV agar perkebunan teh tetap dipertahankan," ujarnya.(A4/w).
T#gs DPRDSU
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments