Selasa, 22 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Chatib: Aneh Laba Perusahaan Keuangan Tinggi, Tapi Pajaknya Turun

Chatib: Aneh Laba Perusahaan Keuangan Tinggi, Tapi Pajaknya Turun

Sabtu, 11 Januari 2014 10:56 WIB
Jakarta  (SIB)- Pemerintah terus mengejar perusahaan-perusahaan untuk membayar pajaknya dengan benar, sesuai kewajiban. Setelah mengajar pajak perusahaan properti, giliran perusahaan keuangan seperti bank dan sekuritas yang dikejar pajaknya.

Menteri Keuangan Chatib Basri menilai, sektor keuangan mulai dibidik karena potensi pajaknya cukup besar. Apalagi mengingat keuntungan sektor ini terus tumbuh positif.

"Siapa yang memeriksa sektor keuangan saat ini? Itu perusahaan keuangan gede-gede sekali untungnya. Kan aneh untuk di sektor keuangan tinggi, tapi pajaknya turun. Artinya kan selama ini belum banyak digarap. Sektor keuangan seperti sekuritas dan bank," ungkap Chatib di kantornya, Jakarta, Jumat (10/1).

Pada tahun lalu, kondisi pasar keuangan juga tumbuh labanya. Artinya potensi pajaknya masih sangat besar.

"Sektor keuangan juga, jangan lupa loh indeks di pasar saham tahun lalu itu kurang lebih stagnan, meski kondisi ekonomi depresi. Dan dibandingkan dengan tahun lalu mungkin turunnya hanya 0,5-1%. Potensi di sektor keuangan ini besar sekali," tegasnya.

Menurut Chatib, ini masih dalam tahap pengkajian yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). Sektor keuangan nantinya bisa dijadikan target selanjutnya dalam pengenaan pajak penghasilan (PPh) final.

"Nanti itu mau kita bahas. Ini yang Ditjen pajak tengah lakukan, dia dengan properti dengan UKM dia buat identifikasinya sekarang. Nanti Ditjen Pajak akan kembali lagi ke saya, sektor mana lagi yang akan didaftar untuk itu," sebutnya.

Chatib menilai, sektor keuangan layak untuk dikenakan pajak tersebut. Seperti sektor properti yang memiliki potensi yang cukup besar.

"Sekuritas, bank dan segala macam. Saat ini saya belum mau bicara pastinya sektor itu, tapi saya kasih contoh potensinya. Karena hal yang sudah diterapkan sekarang adalah properti," paparnya.(DTC/W)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments