Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Ekonomi
  • Bappenas : Industri Ramah Lingkungan Layak Dapat Insentif

Bappenas : Industri Ramah Lingkungan Layak Dapat Insentif

Senin, 13 Januari 2014 17:17 WIB
Jakarta (SIB)- Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Lukita Dinarsyah Tuwo menyatakan industri yang ramah lingkungan dalam menjalankan operasionalnya (green industry) layak memperoleh insentif.

Dalam seminar industri bertema "Pembangunan Berkelanjutan, Apakah Jawaban Terbaik untuk Masa Depan?" di kampus ITB, Bandung, Minggu, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, industri perlu didorong untuk lebih hijau dalam menjalankan operasinya demi mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

"Untuk itu,  mereka yang beroperasi dengan ramah lingkungan sangat layak mendapat insentif baik pajak maupun kemudahan menjalankan usahanya. Apalagi, ada biaya besar yang mesti dikeluarkan untuk beralih ke operasional industri yang lebih hijau," katanya.

Namun, Lukita Dinarsyah  mengakui, insentif bagi industri yang menjalankan operasionalnya secara ramah lingkungan tersebut saat ini masih sangat sedikit.

Insentif hijau saat ini, tambahnya, justru banyak diberikan kepada produk berbasis impor seperti mobil, sehingga ke depan kebijakan serupa  harus lebih diarahkan kepada industri yang mengoptimalkan sumberdaya di dalam negeri.

Dia mencontohkan industri pulp dan kertas yang terintegrasi dengan hutan tanaman industri (HTI), mengeluarkan dana besar untuk melakukan riset dan pengembangan guna meningkatkan produktivitas tanaman, selain itu juga mengembangkan hutan penyangga untuk memastikan kawasan hutan yang dilindungi tetap terjaga.

"Sebagai insentif, seharusnya regulasi yang diterapkan bagi pengelolaan hutan penyangga dibedakan tidak disamakan seperti pada areal produksi," kata Lukita.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan Direktur Utama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Kusnan Rahmin yang mewakili pelaku industri.

Hutan Lestari

Sementara itu Sustainability Director RAPP Petrus Gunarso menjelaskan, pihaknya memegang teguh prinsip pengelolaan hutan lestari untuk menyeimbangkan aspek kelestarian perusahaan.

Untuk melaksanakan prinsip tersebut, tambahnya, RAPP menerapkan perlindungan hutan bernilai konservasi tinggi (HCVF), penanaman kembali secara cepat, aktif dalam pencegahan kebakaran hutan, dan mengaplikasikan teknologi ekohidro.

"Dengan teknologi itu lahan gambut di manfaatkan bisa dijaga kelembabannya sehingga mendukung petumbuhan tanaman tanpa menyebabkan subsidensi," katanya.

Petrus juga mengatakan, pihaknya sejak lama meninggalkan penggunaan energi fosil dan beralih ke bio massa yang bisa diperbaharui dalam proses produksi pulp dan kertas.

Langkah-langkah tersebut menjadi bentuk dukungan dalam pencapaian komitmen Indonesia untuk memangkas emisi gas rumah kaca sebanyak 26 persen pada tahun 2020.

"Delapan puluh lima persen dari total energi yang kami konsumsi saat ini berasal dari biomassa yang dapat diperbaharui seperti limbah kayu cair, methanol, dan kulit kayu," katanya.

Sekretaris Ditjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menyatakan pihaknya memberi insentif bagi industri yang mengurangi pemanfaatan bahan bakar fosil. (Ant/d)
T#gs
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments