Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Avtur Makin Mahal, Bakal Ada Biaya Tambahan Penerbangan Rp 60 Ribu

Avtur Makin Mahal, Bakal Ada Biaya Tambahan Penerbangan Rp 60 Ribu

Senin, 10 Februari 2014 20:34 WIB
SIB/int
Avtur
Jakarta (SIB)- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyetujui usulan asosiasi penerbangan nasional atau Indonesia National Air Carriers Aircraft Asosiation (INACA) untuk menambah biaya penerbangan atau fuel surcharge Rp 60 ribu.

Ini dilakukan karena dolar yang terus berada di kisaran Rp 12 ribu, dan membuat harga avtur makin mahal. Namun Kemenhub belum menyetujui usulan kenaikan tarif batas atas pesawat terbang.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti mengatakan, kenaikan biaya tambahan penerbangan ini sifatnya sementara, karena imbas naiknya harga avtur.

"Kita sesuaikan (biaya tambahan), kalau tarif batas atas belum kita bahas. Tapi untuk sementara ini kita memberikan kepada airlines surchage yaitu Rp 60 ribu per jam terbang untuk pesawat jenis jet, untuk pesawat propeler (baling-baling) itu Rp 50 ribu," ungkap Herry ditemui di Cikini, Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Herry mengatakan, kenaikan biaya tambahan ini bisa dicabut lagi bila rupiah kembali menguat terhadap dolar AS. "Ya bisa, kalau harga dolar melemah ya bisa kita cabut lagi, atau kalau nanti berlanjut surchage kita cabut dan tarif batas atas berubah," imbuhnya.

Mengenai surchage sementara, Herry mengungkapkan, Menteri Perhubungan telah menyetujui usulan ini dan akan dituangkan dalam aturan Permenhub. Namun diri belum mengetahui apakah aturan ini bisa langsung diterapkan atau tidak setelah ditandatangani.

"Saya lupa, nanti saya cek lagi, tapi terbitnya minggu depan. Nanti kita lihat dulu, yang penting tandatangan dulu lah. Pak Menteri sudah bilang ke saya, Pak Menteri (E.E Mangindaan) setuju," tutupnya.

Biaya tambahan penerbangan adalah komponen tambahan biaya penerbangan atas izin pemerintah yang harus dibayar konsumen di luar harga tiket. Biaya ini untuk menutup kerugian maskapai akibat beberapa hal, contohnya saat ini adalah kenaikan harga avtur dan melemahnya rupiah terhadap dolar. (Dtf/w)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments