Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Astindo Imbau Anggotanya Tidak Deposit Dua Maskapai

Astindo Imbau Anggotanya Tidak Deposit Dua Maskapai

Senin, 10 Februari 2014 20:23 WIB
SIB/int
Astindo
Pekanbaru (SIB)- Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Indonesia (Astindo) mengimbau kepada seluruh pelaku usaha biro perjalan atau pemilik travel tidak melakukan deposit dana atau top up pada dua maskapai yang sedang mengalami masalah.

"Makanya saya anjurkan kalau maskapai sudah mulai ada masalah, jangan melakukan to up dulu. Hindari untuk melakukan top up dulu untuk sementara seperti Tigerair Mandala dan Merpati Ailines," tegas President Astindo Elly Hutabarat melalui seluler dari Pekanbaru, Ahad.

Kebijakan dilakukan Astindo, menurutnya, untuk melindungi para pelaku usaha travel di Tanah Air dari kerugian yang sangat besar seperti selama ini tejadi. Jika kedua maskapai itu yang berstatus swasta dan milik negara benar dinyatakan menderita kerugian.

Selama ini sudah lebih dari 10 perusahaan maskapai penerbangan di antaranya seperti Sempati Air, AW air, Indonesia Airlines, Bouraq, Adam Air, Kartika Airlines, Riau Airlines, Linus Air, Pacific Royal, Star Air dan Batavia Air dinyatakan bangkrut.

Para perusahaan maskapai itu bangkrut yang ditandai dengan stop operasi dan pergi begitu saja, tanpa meninggalkan apapun. Termasuk tidak menyelesaikan utang-piutang pada perusahaan agen-agen penjualan tiket yang membuat pelaku usaha biro perjalanan menderita kerugian.

"Melainkan kalau sudah ada pembeli, maka tiket bisa dibeli secara langsung kepada Mandala atau Merpati yang telah lama sakit. Jadi, itu yang harus kita sadari sebagai seorang pemilik bisnis dan harus mempunyai penciuman tajam," ujarnya.
"Sepertinya kita sudah harus mempunyai perasaan dan insting sebagai seorang pebisnis yang handal," kata Hutabarat menegaskan.

Meski Astindo telah mempunyai suatu skema ansuransi untuk melindungi agen-agen penjualan tiket yang mendapatkan masalah seperti bangkrutnya sebuah perusahaan maskapai, tapi pihaknya tetap mengimbau untuk tidak melakukan deposit dana pada maskapai yang bersangkutan.

"Walau Mandala saat ini belum tutup, bila tiga hari maskapai itu tidak jalan, maka ansuransi bisa menggantikan uang biro perjalanan. Mudah-mudahan bisa diserap oleh pelaku usaha travel di Riau," ucapnya.

Seperti diketahui, sejumlah penerbangan Tigerair Mandala akan mengurangi rute penerbangan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sementara Merpati Airlines menghentikan operasional sementara dalam rangka restrukturisasi.

Public Relations Manager Tigerair Mandala Lucas Suryanata merinci, rute penerbangan yang dihentikan sementara dimulai pada 10 Februari 2014 yakni Surabaya-Hongkong, Surabaya-Kuala Lumpur pada 11 Februari 2014.

Kemudian Jakarta-Kuala Lumpur pada 18 Februari 2014, Jakarta-Pekanbaru (pengurangan frekuensi) pada 18 Februari 2014, Kuala Namu-Singapura pada 18 Februari 2014, Jakarta-Yogyakarta pada 3 Maret 2014 dan Pekanbaru-Singapura pada 3 Maret 2014.

Lalu Jakarta-Singapura (pengurangan frekuensi) pada 3 Maret 2014, Jakarta-Surabaya pada 17 Maret 2014, Surabaya-Bangkok pada 17 Maret 2014 dan Jakarta-Hongkong pada 11 April 2014. (Ant/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments