Rabu, 26 Jun 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Asprindo Medan dan Usahawan Malaysia Jajaki Kerjasama Bisnis

Asprindo Medan dan Usahawan Malaysia Jajaki Kerjasama Bisnis

admin Kamis, 11 April 2019 12:15 WIB
SIB/Dok
JAJAKI PELUANG BISNIS: Pengusaha Medan yang tergabung dalam DPC Asprindo Medan bertemu rombongan usahawan Malaysia dipimpin Mohamad Nor Zaki, dari Malaysia Product Development Center (MPDC) Dewan Ekonomi Usahawan Malaysia di Medan, menjajaki peluang bisnis di berbagai bidang , Selasa (9/4).
Medan (SIB) -Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Medan menggelar pertemuan dengan usahawan Malaysia Product Development Center (MPDC) Dewan Ekonomi Usahawan Malaysia di Medan, Selasa (9/4).

Pertemuan tersebut untuk menjajaki peluang bisnis yang bisa dikolaborasikan di berbagai bidang seperti properti, food & bavarages, printing, fashion, komoditas pertanian, kuliner dan lainnya.

Ketua rombongan MPDC Dewan Ekonomi Usahawan Malaysia, Mohamad Nor Zaki, mengatakan pertemuan tersebut untuk menjajaki peluang pasar di Indonesia khususnya Sumatera Utara.

"Kunjungan ini merupakan harapan warga Malaysia agar produknya dapat tembus ke Indonesia melalui Medan. Begitu juga dengan pengusaha Medan yang sudah memiliki label halal agar bisa tembus tingkat dunia melalui Malaysia," kata Mohamad kepada wartawan usai pertemuan.

Menurut dia, label halal Indonesia dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah diakui hampir semua negara. "Jadi bisa tukaran, produk Malaysia bisa ke Medan dan begitu juga sebaliknya. Itu tujuan kami ke mari," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Mohamad Nor Zaki membawa 9 pengusaha Malaysia. "Nanti akan dibawa 50 pengusaha lagi untuk melihat peluang usaha dan pemasaran di Medan," sambungnya.

Ia mengakui potensi pasar di Medan cukup menggiurkan. Apalagi Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia. "Insya Allah tadi kita sudah bincangkan dengan Asprindo. Mungkin UKM Asprindo akan kita bawa ke Malaysia, begitu juga usahawan Malaysia akan kita bawa untuk tes pasar di Medan," katanya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia, Zainul Idris Yunus. Ia mengatakan pertemuan tersebut sangat baik untuk pengembangan pemasaran bagi produk Medan dan Malaysia.

Zainul menjelaskan ada kerinduan Warga Negara Indonesia (WNI) merasakan produk-produk Indonesia terutama kuliner, karena memiliki khas tersendiri dibandingkan kuliner Malaysia.

"Ini juga menjadi pasar produk Indonesia yang dikirim ke Malaysia. Misalkan di Batu Pahat, itu banyak keturunan Jawa. Pastinya mereka juga masih ingin produk-produk makanan khususnya Indonesia. Makanya tidak heran di sana ada istilah Mi Bandung, Restoran Padang, walaupun Padangnya orang setempat. Sedangkan produk nabati 50 kontainer dikirim ke Malaysia. Pabriknya, ada di Majalengka, Jawa Barat," jelas Zainul.

Ketua Asprindo Sumut, Rafriandi Nasution mengatakan pertemuan dengan usahawan Malaysia itu menjadi peluang membuka pasar Malaysia untuk pengembangan usaha di tingkat internasional.

"Silaturahmi ini memperkenalkan produk keduanya, baik dari Malaysia maupun dari Medan. Produknya jelas, komunikasinya juga oke. Dua-duanya membukakan peluang. Jadi bisa produk Malaysia atau Johor Bahru ke Medan, bahkan Sumatera Utara dan sebaliknya," ujarnya.

Melalui KJRI Johor Baru, Rafriandi mengharapkan Malaysia bisa menjadi pasar produk-produk para pelaku usaha dari Asprindo Sumut, hingga menembus pasar Singapura juga. "Asprindo sudah memiliki cabang di 23 negara. Tapi, cabang di Malaysia, Singapura dan Thailand belum ada. Di Arab Saudi banyak kita," katanya.

Sementara Ketua Asprindo Medan, M Said Tanjung menyebutkan dari pertemuan tersebut semakin banyak terbuka peluang-peluang yang bisa dikerjakan bersama. Terutama terkait kuliner, komoditas lokal dan pertanian. "Muncul harapan baru. Komunikasi kita juga tidak ada masalah. Kita juga sudah kontak-kontak untuk membangun satu hubungan bisnis," katanya. (R19/rel/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments