Jumat, 07 Agu 2020
  • Home
  • Ekonomi
  • Anggaran Rp 735 T dari Pusat Dipastikan Mampu Pulihkan UMKM dari Keterpurukan

Anggaran Rp 735 T dari Pusat Dipastikan Mampu Pulihkan UMKM dari Keterpurukan

Selasa, 28 Juli 2020 18:16 WIB
(Shutterstock/ar)

Ilustrasi Anggaran. 

Medan (SIB)
Kebijakan pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 735 triliun untuk alokasi belanja produk-produk dari kalangan usaha mikro-kecil dan menengah (UMKM) secara nasional tahun ini, dipastikan akan mendorong dan menggalang para pelaku UKM di daerah ini (Sumut) untuk memproduksi barang-barang ekonomis sebagai produksi atau kreasi baru.

Pemerhati bisnis UKM Doddy Thaher SE MBA dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) pusat, dan praktisi bisnis UKM pariwisata Dickson Pelawi dari PHRI Kabupaten Karo, secara terpisah menyebutkan krisis ekonomi yang timbul akibat wabah virus Corona atau Covid-19, di satu sisi justru membuka peluang ekonomi baru di sektor UMKM berbagai bidang dan produk.

"Baru-baru ini, jelang akhir Juni lalu, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM Teten Masduki telah mengeluarkan kebijakan untuk cash flow berupa anggaran sebesar Rp 735 triliun untuk belanja produk UMKM dengan memanfaatkan belanja pemerintah lembaga dan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Ini akan mendorong para pelaku bisnis UMKM Sumut untuk menggalang produk-produk baru yang bernilai ekonomis dan dibutuhkan konsumen," ujar mereka kepada SIB, Senin (27/7).

Doddy dan Dickson senada menyatakan optimis kalau alokasi APBN yang Rp 735 triliun itu akan mengalir dan tersalur untuk belanja produk UMKM di daerah-daerah, sehingga prospek ekonomi UMKM segera bergeliat kembali di masa pasca pandemi Covid-19 terlebih mayoritas (70 persen lebih) ekonomi masyarakat Indonesia terpuruk akibat wabah Covid-19.

Secara khusus, Doddy juga berharap pemerintah bertindak cepat untuk menalangi kondisi dan nasib UMKM akibat krisis di masa Covid-19.

Saat ini survei menunjukkan kondisi utama yang paling terdampak pada UMKM adalah penurunan penjualan atau jatuhnya omset dan penciutan modal atau investasi.

Dari seluruh pelaku UMKM, tiga sektor yang paling terdampak pandemi Corona yaitu pertanian, dan kerajinan pendukung wisata. Doddy menuturkan dari sisi jumlah, sebanyak 153 pelaku UMKM pertanian terdampak, sedangkan sektor ekspor 83 UMKM dan 429 pelaku UMKM sektor kerajinan pendukung wisata.

Sementara, di Sumut sendiri, sejumlah produk UMKM juga telah menjadi pilihan konsumen selama masa pandemi
Covid-19, baik yang merupakan produk kebutuhan primer, skunder, maupun kebutuhan khusus yang terkait penanganan dan antisipasi wabah virus Corona di kalangan publik.

Sejumlah produk itu mulai dari: sembako, pulsa, masker, sabun, telur ayam-itik, tisu, buah-buahan, jasa sablon, depot transfer dana (online banking), jasa kurir lokal, depot obat herbal dan sebagainya.(M04/c)

T#gs AnggaranPulihkanUMKM
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments