Kamis, 12 Des 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Sumut Tahun 2014 Berkurang Jadi 394.100 Ton

Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk Sumut Tahun 2014 Berkurang Jadi 394.100 Ton

Rabu, 08 Januari 2014 15:32 WIB
SIB/int
Ilustrasi

Medan (SIB)- Menteri Pertanian (Mentan) RI telah menetapkan alokasi kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian bagi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tahun 2014 sebanyak 394.100 ton. Rinciannya Pupuk Urea sebanyak 139.000 ton, Pupuk SP-36 sebanyak 43.500 ton, Pupuk ZA sebanyak 43.800 ton, Pupuk NPK sebanyak 126.700 ton dan Pupuk Organik sebanyak 41.100 ton.

Alokasi itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 122/Permentan/SR.130/11/2013 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2014 tanggal 26 November 2013.

Hal tersebut dikatakan Kepala Biro Perekonomian Sumut Drs H Bondaharo S didampingi Kabid Ernita Bangun, menjawab wartawan di ruang kerjanya di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (7/1).

Bondaharo menjelaskan, kebutuhan pupuk subsidi pertanian itu menurut subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura adalah Pupuk Urea 124.000 ton, Pupuk SP-36 36.362 ton, Pupuk ZA 41.238 ton, Pupuk NPK 117.933 ton dan Pupuk Organik 39.674 ton.

Subsektor Perkebunan (13.900 ton), (6.330 ton), (2.457 ton), (8.767 ton), (892 ton). Subsektor Peternakan (410 ton), (60 ton), (105 ton), (0 ton), (123 ton). Subsektor Perikanan Budidaya (690 ton), (748 ton), (0 ton), (0 ton), (411 ton).

Namun alokasi pupuk subsidi 2014 itu berkurang 30.800 ton jika dibandingkan dengan alokasi tahun 2013 sebanyak 424.900 ton. Jika dibandingkan tahun 2012 sebanyak 533.700 ton, alokasi 2014 itu berkurang 139.600 ton.

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, kata Bondaharo, telah menindakanjuti Permentan Nomo 122 itu dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Sumut (Pergubsu) Nomor 31 Tahun 2013 tentang Alokasi Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian di Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2014 tanggal 30 Desember 2013.

Dalam Pergubsu itu, telah ditetapkan alokasi pupuk subsidi sektor pertanian untuk seluruh kabupaten/kota di Sumut (kecuali Sibolga), antara lain Medan (total) Urea 547 ton, SP-36 87 ton, ZA 107 ton, NPK 291ton dan 223 ton.

Kemudian Deliserdang (15.752 ton), (4.394 ton), (3.818 ton), (11.712 ton), (2.393 ton). Serdang Bedagai (14.627 ton), (6.144 ton), (6.122 ton), (11.729 ton), (2.909 ton). Langkat (11.679 ton), (3.761 ton), (3.119 ton), (8.585 ton), (2.480 ton). Simalungun (18.035 ton), (6.254 ton), (4.495 ton), (14.110 ton), (4.480 ton).

Dalam Pergubsu itu, juga ditetapkan peruntukan pupuk pupuk bersubsidi, yakni bagi petani, kelompok tani, pekebun, peternak dengan luas lahan maksimal 2 ha dan 1 ha bagi petambak.

Ditetapkan juga HET pupuk bersubsidi, dimana HET itu menjadi acuan untuk penyalurannya bagi penerima. "Dan Jika dijual di atas HET, maka akan dikenakan hukuman pidana sesuai ketentuan hukum," ujarnya.

HET Pupuk Urea adalah Rp 1.800 per kg (kemasan 50 kg), Pupuk SP-36 Rp 2.000 per kg (kemasan 50 kg), Pupuk ZA Rp 1.400 per kg (kemasan 50 kg), Pupuk NPK Rp 2.300 per kg (kemasan 50 kg atau 20 kg) dan Pupuk Organik Rp 500 per kg (kemasan 40 kg atau 20 kg).

Selanjutnya, tambah Bondaharo, para bupati/walikota se-Sumut telah disurati Sekdaprovsu Nurdin Lubis pada 31 Desember 2013 untuk menerbiykan peraturan bupati/walikota yang menjabarkan alokasi pupuk bersubsidi Nomor 31 itu. (Rel/A16/w)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments