Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • APBN 2020, Pemerintah Masih Gali Lubang Tutup Lubang

APBN 2020, Pemerintah Masih Gali Lubang Tutup Lubang

* Anggaran Pembangunan Jalan 2020 Naik Signifikan
admin Senin, 19 Agustus 2019 13:41 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Pemerintah menetapkan postur Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Dalam postur kali ini pemerintah masih melakukan gali lubang tutup lubang.

Pemerintah menetapkan asumsi penerimaan negara di 2020 sebesar Rp 2.221,5 triliun. Angka itu terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.861,8 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp 359,3 triliun dan penerimaan hibah Rp 0,5 triliun.

Untuk belanja negara ditetapkan sebesar Rp 2.528,8 triliun. Terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp 1.670 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 858,8 triliun.

Dengan begitu defisit anggaran di 2020 sebesar Rp 307,2 triliun atau 1,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu turun dibanding APBN 2019 yang defisitnya mencapai Rp 310,8 triliun.

Meski defisit turun, namun pemerintah masih gali lubang tutup lubang karena realisasi keseimbangan primer di 2020 ditetapkan di angka Rp 12 triliun. Dengan kata lain, pemerintah masih berutang untuk membayar bunga utang.

"Keseimbangan primer masih sedikit defisit di Rp 12 triliun dan defisit total Rp 307,2 triliun. Di mana pembiayaan sama dengan defisit itu," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Konfrensi Pers Nota Keuangan di gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (16/8).
Walau begitu, defisit keseimbangan primer itu tercatat turun dibandingkan dalam APBN 2019 yang mencapai Rp 34,7 triliun.
Anggaran Pembangunan Jalan 2020 Naik

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp 419,2 triliun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran tersebut akan membangun panjang jalan yang naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Dalam RAPBN 2020, output pembangunan jalan disasar mencapai 837 km. Jumlah ini jauh lebih panjang dibanding output APBN 2019 yang sepanjang 406 km.

"Untuk infrastruktur yang signifikan naik adalah untuk jalan. Mungkin untuk menyambungkan jalan-jalan yang kemarin sudah banyak dibangun. Tahun depan akan mencapai lebih dari dua kali lipat. Sedangkan untuk jalur kereta api dan jembatan hampir sama," katanya.

Jalan menjadi satu-satunya infrastruktur yang naik target pembangunannya dibandingkan output APBN 2019. Pembangunan jembatan di 2020 turun dari 17,3 km menjadi 6,9 km. Lalu pembangunan jalur kereta api turun dari 269,45 km menjadi 238,8 km, hingga pembangunan rusun yang berubah dari 6.873 ke 5.224 unit.

Selain lewat APBN, pemerintah juga akan mendorong pembangunan infrastruktur lewat skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Pemerintah juga mendorong peran swasta maupun BUMN dalam rangka membiayai proyek strategis nasional melalui skema pembiayaan kreatif.

Selain itu pembangunan infrastruktur di perkotaan juga didorong untuk mengantisipasi urbanisasi seperti transportasi massal perkotaan, air bersih dan sanitasi, dan perumahan yang layak huni. (detikfinance/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments