Sabtu, 06 Jun 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Ekonomi
  • 2013, Perputaran Uang di Wilayah Kerja BI Pematang Siantar Capai Rp 5,3 Triliun

2013, Perputaran Uang di Wilayah Kerja BI Pematang Siantar Capai Rp 5,3 Triliun

*Uang Palsu Ditemukan Capai Rp 9.047.000
Jumat, 17 Januari 2014 16:06 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Pematangsiantar (SIB)- Perputaran uang  selama tahun 2013 mencapai Rp5,3 triliun se- wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar. Jumlah tersebut lebih besar bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu yang hanya   Rp 4.1 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Elly Tjan melalui Humas kepada SIB, Kamis (16/2) di Pematangsiantar.

Untuk wilayah kerja kantor perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar meliputi Pematangsiantar, Simalungun, Batubara, Asahan, Tanjungbalai, Labuhan Batu , Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan.

Data tersebut diperoleh dari aliran kas yang keluar dan diperoleh lewat perbankan yang ada se-wilayah kerja Kantor perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar serta lewat kas titipan.

Untuk permintaan perputaran uang terbesar biasanya terjadi pada hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran, Natal, Tahun Baru dan Imlek.

Permintaan uang dalam jumlah besar bila dibandingkan dengan kondisi normal lainnya. Misalnya permintaan uang pada Lebaran bisa mencapai Rp 1 triliun lebih sedangkan dalam kondisi normal hanya mencapai ratusan miliar saja.

Karena pada saat hari-hari besar keagamaan , biasanya uang digunakan untuk membayarkan gaji,bonus maupun uang THR karyawan dan lainnya dalam jumlah yang besar.

Contohnya untuk sektor perkebunan, dan perusahaan swasta lainnya. Sedangkan dalam kondisi normal hanya fokus pada pembayaran gaji pegawai sehingga jumlahnya sangat sedikit.

Sementara itu menyambut Tahun Baru Imlek, permintaan uang tidaklah besar berbeda pada Lebaran dan Natal/Tahun Baru. Untuk Natal dan Tahun Baru lalu disiapkan sekitar Rp 1.1 triliun untuk uang pecahan besar seperti Rp 100.000, Rp 50.000 dan Rp 20.000 untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kepada perbankan dan masyarakat. Sedangkan uang pecahan kecil disiapkan sekitar Rp 20 miliar (uang pecahan kecil seperti Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 2.000).

Dari Januari hingga Desember 2013, Kantor perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar menerima pengaduan adanya uang palsu mencapai Rp 9.047.000 yang berasal dari laporan bank, pengaduan masyarakat , kas titipan dan lainnya.

Untuk uang pecahan Rp 100.000 palsu sekitar Rp 4.100.000, Rp 50.000 palsu Rp 4.350.000, Rp 20.000 palsu mencapai Rp 500.000 , Rp 10.000 palsu berkisar Rp 70.000, Rp 5.000 palsu Rp 25.000 dan uang Rp 2.000 palsu hanya Rp 2.000,-. Pihaknya telah melaporkan hal penemuan uang palsu tersebut kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. (C4/w)
T#gs BI
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments