Selasa, 14 Jul 2020

2013, BTN Dapat Untung Rp 1,56 Triliun

Selasa, 11 Februari 2014 20:24 WIB
SIB/Int
Bank BTN
Jakarta (SIB)-  PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) meraup laba bersih Rp 1,56 triliun di triwulan IV-2013 atau naik 14,53% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,36 triliun. Kenaikan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp 5,63 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, perseroan juga mampu menekan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di angka 3,04% atau lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu sebesar 3,12%.

"Kami optimis kinerja BTN tahun 2014 akan jauh lebih baik. Kami tidak ingin mengejar pertumbuhan bisnis yang tinggi, namun pertumbuhan bisnis yang tinggi harus diikuti oleh perbaikan kualitas kredit," kata Maryono saat acara Paparan Kinerja Bank BTN Triwulan IV-2013 di Kantor Pusat Bank BTN, Jakarta, Senin (10/2/2014).

Dia menyebutkan, portofolio kredit bank berkode BBTN itu mayoritas berada pada segmen perumahan sebesar 86% dan 13% disalurkan pada segmen di luar perumahan.

Dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 87 triliun disalurkan untuk pembiayaan perumahan yang terdiri dari perumahan subsidi sebesar Rp 28,42 triliun, perumahan non subsidi sebesar Rp 39,54 triliun, konstruksi sebesar Rp 11,82 triliun, kredit terkait perumahan sebesar Rp 7,19 triliun dan segmen non perumahan disalurkan sebesar Rp 13,46 triliun.

Untuk kredit dan pembiayaan perseroan di triwulan IV-2013 juga naik 23,41% menjadi Rp 100,46 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 81,41 triliun.

"Sejauh ini perseroan masih melihat program pemerintah dengan skema FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan)," kata dia. Dana Pihak Ketiga perseroan di kuartal IV 2013 juga naik 19,24%menjadi Rp 96,21 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp 80,68 triliun.

Per 31 Desember 2013, aset BTN tumbuh 17,38% dari Rp 111,7 triliun menjadi Rp 131,17 triliun.

Bidik Penyaluran Kredit Rp 109,4 Triliun
BTN menargetkan penyaluran peningkatan kredit 17-18% tahun ini menjadi Rp 109,4 triliun. Maryono optimistis perseroan akan mampu mencapai target penyaluran kredit.

"Kami optimis mencapai itu caranya melakukan penurunan NPL dengan menjunjung tinggi penerapan GCG dan ketentuan-ketentuan regulator," kata Maryono.

Dia menyebutkan, perseroan menargetkan bisa menekan angka kredit bermasalah di tahun ini mencapai 2,61% dari saat ini yang mencapai 4,05%.
"NPL targetnya turun 2,61% tahun ini, itu gross, sekarang 4,05%," ujar dia.

Sementara itu, perseroan juga menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini sebesar Rp 2 triliun atau naik 28,7% dari tahun lalu yang hanya Rp 1,5 triliun.
Aset perseroan dibidik bisa mencapai Rp 160,7 triliun di tahun ini atau naik 17-18% dari tahun lalu yang hanya Rp 131,17 triliun.

Portofolio kredit Bank BTN mayoritas berada pada segmen perumahan sebesar 86% dan 13% disalurkan pada segmen di luar perumahan.

Dari total kredit yang disalurkan sebesar Rp 87 triliun disalurkan untuk pembiayaan perumahan yang terdiri dari perumahan subsidi sebesar Rp 28,42 triliun, perumahan non subsidi sebesar Rp 39,54 triliun, konstruksi sebesar Rp 11,82 triliun, kredit terkait perumahan sebesar Rp 7,19 triliun dan segmen non perumahan disalurkan sebesar Rp 13,46 triliun.

Untuk kredit dan pembiayaan perseroan di kuartal IV 2013 juga naik 23,41% menjadi Rp 100,46 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 81,41 triliun. (detikfinance/d)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments