Senin, 18 Nov 2019
  • Home
  • Ekonomi
  • Harga Tomat, Wortel dan Kentang di Pematangsiantar Melambung

Harga Tomat, Wortel dan Kentang di Pematangsiantar Melambung

Sabtu, 07 Juni 2014 11:58 WIB
Pematangsiantar (SIB)- Harga tomat,  wortel dan kentang  yang diperdagangkan  di pasar-pasar di   Pematangsiantar  Jumat (6/6) semakin melambung. Harga tomat saat ini mencapai Rp16.000 per kg sebelumnya hanya Rp 10.000 per kg, wortel Rp 16.000 per kg sebelumnya Rp 8.000 per kg dan kentang Rp 12.000 per kg sebelumnya Rp 8.000 per kg.  

Menurut beberapa pedagang yang ditemui SIB, melambungnya harga tersebut karena pengaruh cuaca yang kurang mendukung. Sehingga pasokan di daerah penghasil berkurang.

Demikian juga untuk minyak goreng curah harga sebelumnya hanya berkisar Rp 11.000 per kg,kini naik menjadi Rp 12.500 per kg,gula putih sebelumnya hanya berkisar Rp 12.000 per kg,naik menjadi Rp 13.000  dan lainnya. Harga daging ayam potong mencapai Rp 27.000 per kg sebelumnya hanya Rp 24.000 per kg, daging sapi Rp 90.000 per kg, telur ayam broiler Rp 1.250 per butir.

Namun untuk harga cabe merah , bawang merah,bawang putih justru cenderung menurun. Untuk harga cabe merah Rp 15.000 per kg sebelumnya Rp 25.000, bawang merah Rp 20.000 per kg sebelumnya Rp 28.000, bawang putih Rp 25.000 per kg sebelumnya Rp 30.000.

Menurut seorang konsumen Rose, melambungnya harga-harga kebutuhan menyebabkan kalangan konsumen harus irit dalam berbelanja,  mengutamakan keperluan yang penting saja. Daya beli masyarakat semakin menurun sehingga mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang.

Dengan harga yang cukup berfluktuasi menyebabkan para pedagang dan masyarakat sebagai konsumen harus  menambah modal. Serta kalangan pedagang makanan, minuman dan rumah makan lainnya menaikkan harga jualnya. Karena jika tidak maka pedagang akan mengalami kerugian.

Sementara itu menurut Kadis Pertanian dan Peternakan Robert Pangaribuan SP, untuk pasokan daging baik ayam, sapi/kerbau dan lainnya serta telur cukup tersedia di pasar terutama untuk memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

  Untuk pasokan ayam dan telur ayam, didatangkan dari beberapa daerah seperti dari Kabupaten Simalungun, Deli Serdang, Sergai dan lainnya.

Untuk itulah diharapkan agar masyarakat tidak perlu kuatir terhadap ketersediaan daging dan telur. Meski ada lonjakan harga, namun yang pasokan cukup tersedia, sehingga masyarakat tidak perlu resah dan sulit untuk memperolehnya. Diharapkan masyarakat tidak perlu untuk melakukan aksi borong dan berspekulasi terhadap harga dan pasokan. (C3/ r)


Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments